Emas Masih Dijaga Minat Beli, Data Ekonomi AS Jadi Pemicu yang Paling Diwaspadai

Author: Redaksi Android62

Harga emas masih punya ruang untuk melanjutkan penguatan selama tekanan jual belum mampu mematahkan struktur naik yang sudah terbentuk. Sinyal teknikal yang ada saat ini masih mendukung skenario kenaikan, tetapi investor juga perlu mencermati pemicu utama dari arah sentimen global.

Di tengah kondisi itu, pasar tetap memandang emas sebagai aset yang menarik selama ketidakpastian ekonomi dan volatilitas keuangan belum mereda. Faktor yang paling berpotensi mengubah arah pergerakan justru datang dari data ekonomi Amerika Serikat yang bisa segera memengaruhi dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah setempat.

Level teknikal masih menjaga tren naik

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan emas pada time frame H1 masih menunjukkan tren naik yang cukup solid. Ia menyebut harga emas masih mampu bertahan di atas sejumlah level teknikal penting yang selama ini menjadi penopang pergerakan.

Salah satu sinyal yang dianggap positif muncul ketika harga mengalami pantulan atau rejection dari area Moving Average 21 dan Moving Average 34. Dalam analisis yang dikutip money.kompas.com pada Senin (13/7/2026), kedua indikator itu kembali berfungsi sebagai dynamic support karena tekanan jual dapat diredam oleh minat beli yang kuat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa buyer masih memegang kendali pasar. Saat koreksi terjadi, penurunan harga tidak berlangsung dalam karena area support dinamis itu segera memunculkan respons beli.

Level Teknis Fungsi Makna untuk Emas
MA 21 Dynamic support Menahan koreksi dan menjaga tren naik
MA 34 Dynamic support Menjadi area pertahanan saat tekanan jual muncul
Resistance yang ditembus Support baru Memperkuat sinyal role reversal

Geraldo juga menyoroti pola higher low yang masih terbentuk. Pola ini menegaskan bahwa setiap koreksi terbaru masih berada di atas titik terendah sebelumnya, sehingga struktur bullish tetap terjaga.

Target dekat berada di 4.136

Berdasarkan kondisi teknikal tersebut, Dupoin Futures memperkirakan emas berpeluang menguji resistance pertama di level 4.136. Jika area itu ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, target berikutnya diperkirakan berada di 4.165.

Indikator Stochastic juga masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski sudah mendekati zona tersebut, indikator itu belum memberi sinyal pelemahan yang berarti, sehingga momentum beli masih dinilai cukup kuat.

Sentimen global tetap menjadi penguji utama

Di luar faktor teknikal, arah emas masih sangat ditentukan oleh sentimen global. Permintaan terhadap aset safe haven dapat kembali meningkat jika ketidakpastian ekonomi, dinamika geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan terus naik.

Salah satu pemicu paling penting datang dari ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Bila pasar semakin yakin bank sentral Amerika Serikat akan mengambil langkah yang lebih akomodatif, termasuk membuka peluang penurunan suku bunga, dolar AS berpotensi melemah dan memberi ruang tambahan bagi emas.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield yang turun juga bisa menguntungkan logam mulia. Saat yield melemah, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih kecil, sehingga daya tariknya sebagai aset lindung nilai cenderung meningkat.

Namun, investor tetap perlu waspada terhadap data ekonomi penting AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, ketenagakerjaan, indeks aktivitas manufaktur dan jasa atau PMI, serta pernyataan pejabat The Fed berpotensi mengubah arah ekspektasi pasar dengan cepat.

Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan, peluang penurunan suku bunga bisa makin besar dan momentum bullish emas berpeluang berlanjut. Sebaliknya, jika data yang keluar justru kuat, dolar AS dan imbal hasil obligasi bisa menguat sehingga ruang kenaikan emas menyempit dan memunculkan koreksi jangka pendek.

Selama emas masih bertahan di atas MA 21, MA 34, dan support baru yang terbentuk, skenario kenaikan tetap menjadi proyeksi utama. Tantangan terbesar kini bukan hanya resistance 4.136 dan 4.165, tetapi juga respons pasar terhadap data ekonomi AS yang bisa mengubah arah pergerakan dengan cepat.

Source: money.kompas.com
Berita Terbaru