Jartatel Hadir di Tengah Biaya Jaringan yang Makin Berat, Ini 5 Misinya

Author: Redaksi Android62

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi atau Jartatel resmi hadir sebagai wadah independen baru bagi pelaku usaha telekomunikasi. Kehadirannya muncul di tengah tekanan biaya relokasi jaringan dan persoalan pemanfaatan ruang publik bersama yang selama ini membebani operator.

Dalam deklarasinya di Jakarta, Jumat (10/6/2026), Jartatel menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah untuk mengawal regulasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Asosiasi ini juga ingin memperkuat posisi tawar industri agar efisiensi investasi tidak terus tergerus oleh hambatan di lapangan.

Tekanan biaya dan hambatan regulasi

Ketua Umum Jartatel, Raymond Hubertus, menilai sektor infrastruktur jaringan tetap membutuhkan institusi yang independen, profesional, dan berdaulat penuh. Menurut dia, dinamika di lapangan kerap menurunkan efisiensi investasi korporasi secara agregat.

Raymond menegaskan bahwa kolaborasi, standardisasi, efisiensi investasi, dan pemerataan konektivitas menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional. Melalui sinergi dengan kementerian terkait, Jartatel berharap hambatan regulasi di tingkat lokal bisa diurai.

Salah satu isu yang paling disorot adalah lonjakan biaya relokasi jaringan yang membebani ruang fiskal operator. Di sisi lain, tata kelola pemanfaatan ruang publik bersama juga dianggap belum berkeadilan dan transparan.

5 misi utama Jartatel

Untuk membangun ekosistem digital yang efisien, adil, berdaya saing, dan berkelanjutan, Jartatel menetapkan lima misi utama. Kelimanya disusun sebagai panduan organisasi dalam memperjuangkan kepentingan anggota sekaligus mendukung transformasi digital nasional.

Nomor Misi
1 Melindungi kepentingan anggota secara profesional
2 Mendukung pembangunan dan pemerataan infrastruktur jaringan tetap telekomunikasi di Indonesia
3 Menerapkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel
4 Meningkatkan kompetensi dan standar teknis para anggota
5 Mendukung penuh percepatan transformasi digital nasional

Empat prinsip dasar organisasi

Jartatel juga mengusung motto “Dari Anggota, Oleh Anggota, Untuk Anggota” sebagai identitas kelembagaan. Operasionalnya ditopang empat prinsip dasar yang dirancang agar arah organisasi tetap sejalan dengan kepentingan para anggota.

Prinsip Penjelasan
Independen Bebas dari dominasi kepentingan pihak mana pun
Profesional Menjunjung integritas tinggi
Akuntabel Menjaga tata kelola keuangan
Beraulat di tangan anggota Menempatkan kendali organisasi pada anggota

Raymond mengatakan Jartatel tidak dibentuk sekadar sebagai organisasi pelengkap. Lembaga ini diposisikan sebagai rumah bersama bagi seluruh penyelenggara jaringan tetap telekomunikasi di Indonesia untuk menyatukan langkah menghadapi hambatan makroekonomi maupun operasional di lapangan.

Pembentukan asosiasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa industri ingin memperkuat daya dorong terhadap kebijakan yang berkaitan dengan jaringan tetap. Dengan tekanan biaya yang terus mengemuka, Jartatel menargetkan beban investasi pembangunan jaringan bisa ditekan tanpa menghambat perluasan konektivitas digital.

Di saat yang sama, asosiasi baru ini ingin memastikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tetap bergerak di jalur pemerataan. Fokus itu menjadi penting karena akses digital nasional masih membutuhkan fondasi yang lebih efisien, adil, dan berkelanjutan.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru