Empat Kali Terjatuh di Catalunya, Jorge Martin Mengaku Tak Punya Penjelasan Pasti

Author: Redaksi Android62

Jorge Martin menutup akhir pekan Grand Prix Catalan dengan catatan yang jauh dari ideal setelah empat kali terjatuh dalam dua hari. Juara Dunia 2024 itu bahkan mengaku tidak punya jawaban yang benar-benar jelas soal rangkaian insiden yang membuatnya jadi sorotan di Catalunya.

Meski begitu, Martin tidak menutup mata terhadap tanggung jawabnya sendiri. Ia mengakui performa buruk sepanjang akhir pekan menjadi bagian dari masalah, walau beberapa momen di lintasan sempat menunjukkan bahwa kecepatannya masih ada.

Crash datang dari situasi yang berbeda

Martin menjelaskan bahwa setiap kecelakaan yang dialaminya punya penyebab yang tidak sama. Dua crash pertama terjadi saat ban masih dingin, sehingga grip belum bekerja optimal ketika ia mulai mendorong motor.

Crash ketiga datang saat ia sedang memacu motor sekuat tenaga. Pada momen itu, Martin mencoba mencari batas terbaik, tetapi justru kehilangan kendali dan terjatuh lagi.

Untuk insiden di sprint race, Martin mengaku belum sepenuhnya memahami penyebabnya. Ia hanya merasakan dirinya sangat cepat di tikungan 10 dan menduga masuk terlalu cepat, lalu perlu mengerem sedikit lebih awal.

Dua hari yang penuh gangguan

Crash pertama terjadi pada sesi FP1 hari Jumat dan membuat Martin mengalami gegar otak. Ia harus dibawa ke pusat medis untuk menjalani pemeriksaan setelah insiden tersebut.

Belum selesai dengan kecelakaan pertama, Martin kembali jatuh untuk kedua kalinya pada hari yang sama. Dua insiden di hari pembuka itu langsung membuat akhir pekannya berjalan sulit, terlebih kondisi fisiknya ikut terdampak.

Walau begitu, Martin tetap kembali ke lintasan pada sesi kualifikasi. Ia sempat mencatat waktu yang mengesankan di Q1 sebelum kembali crash di tikungan lima, namun masih bisa lolos ke Q2.

Masih cepat, tetapi hasilnya hilang

Di tengah rangkaian crash itu, kecepatan Martin tetap terlihat. Ia mengamankan posisi start dari grid kesembilan untuk balapan sprint, lalu sempat naik ke posisi keenam pada lap ketiga.

Sayangnya, laju yang menjanjikan itu kembali berakhir di tanah. Martin terjatuh lagi dan gagal menyentuh garis finis, meski sebelumnya sempat terlihat berpeluang memperbaiki hasil.

Ia menilai dirinya bahkan punya kesempatan naik podium, atau setidaknya ikut bertarung memperebutkan kemenangan, jika mampu bertahan di atas motor sampai finis. Penilaian itu datang dari ritme yang ia rasakan sendiri sepanjang sesi.

Lintasan sulit dibaca dan angin ikut berperan

Martin juga mengaku Catalunya terasa lebih sulit dari biasanya pada akhir pekan itu. Menurutnya, sangat sulit menemukan batas motor, dan ketika batas itu sudah ketemu, risikonya justru berujung jatuh.

Dalam salah satu insiden, ia turut menyinggung faktor angin belakang yang kencang. Martin menilai ada kemungkinan ia terlalu banyak memakai rem depan sebelum akhirnya kehilangan kendali.

Dari seluruh penjelasan itu, ia tetap memberi porsi besar pada kesalahan manusia. Baginya, di balik kecelakaan hampir selalu ada unsur kesalahan dari pembalap sendiri.

Kondisi fisik masih bisa dipakai balapan

Rangkaian crash membuat kondisi tubuh Martin ikut terganggu. Ia menyebut mengalami beberapa cedera ringan, memar di seluruh tubuh akibat benturan, serta beberapa keseleo di kaki.

Meski demikian, Martin memastikan kondisi fisiknya masih cukup baik untuk balapan. Ia menegaskan tidak ada gangguan yang benar-benar membuatnya tidak bisa tampil kompetitif.

Kini fokusnya bergeser ke upaya bangkit setelah akhir pekan yang kacau tersebut. Martin ingin mencari cara agar bisa lebih mengantisipasi batas motor dan karakter lintasan yang menurutnya sulit dibaca di Catalunya.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru