Prancis datang ke semifinal sebagai tim dengan peluang juara terbesar menurut bursa taruhan di Amerika Serikat hingga Minggu (12/7/2026). Les Bleus juga membawa lini depan yang paling menakutkan, dengan Kylian Mbappe dan Michael Olise sebagai dua nama yang paling menonjol.
Bagi banyak penggemar, empat tim tersisa di Piala Dunia 2026 bukan hanya soal perebutan tiket final. Argentina, Inggris, Prancis, dan Spanyol masing-masing menawarkan alasan yang berbeda untuk dijadikan tim jagoan baru setelah tim awal tersingkir.
Prancis dan beban status favorit
Prancis memasuki semifinal dengan modal juara pada 2018 dan finis kedua pada 2022. Turnamen ini juga menjadi Piala Dunia terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional, sehingga setiap langkah mereka terasa memiliki bobot tambahan.
Mbappe sudah mengoleksi delapan gol dan memimpin daftar pencetak gol bersama Lionel Messi. Dalam skuad yang tampil sangat meyakinkan, nama Olise menambah variasi serangan yang membuat Prancis kian sulit dihadapi.
Argentina dan peluang mempertahankan gelar
Argentina memikul misi besar untuk menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia putra sejak Brasil pada 1962. Daya tarik utama mereka tetap Lionel Messi, kapten berusia 39 tahun yang terus menjadi pusat perhatian sepanjang turnamen.
Messi kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 21 gol. Ia juga memimpin daftar top skor turnamen ini dengan delapan gol, dan masih berpeluang mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya jika Argentina keluar sebagai juara.
Inggris mencari akhir dari penantian panjang
Inggris masuk semifinal dengan beban sejarah yang berat karena tim nasional putranya belum memenangi turnamen besar sejak 1966. Dua tumpuan utama mereka adalah Harry Kane dan Jude Bellingham, yang juga bersaing di daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Narasi Inggris mudah dipahami oleh publik sepak bola: ekspektasi tinggi, tradisi besar, dan harapan yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak sedikit pendukung memilih mereka karena ingin melihat akhir dari penantian panjang di panggung internasional.
Spanyol dan wajah baru yang paling mencuri perhatian
Spanyol menawarkan cerita yang berbeda karena mengandalkan penguasaan bola dan organisasi permainan yang rapi. La Roja tidak kebobolan dalam lima pertandingan pertamanya, sebelum rekor itu terhenti saat menghadapi Belgia di perempat final.
Lamine Yamal menjadi wajah paling menarik dari skuad ini setelah membantu Spanyol menjuarai Euro 2024 ketika usianya baru 16 tahun. Kini ia berusia 19 tahun, dengan Rodri tetap menjadi penyeimbang penting di lini tengah dan penjaga ritme permainan.
| Tim | Pemain Bintang | Alasan Utama Didukung | Catatan Penting |
|---|---|---|---|
| Argentina | Lionel Messi | Kesempatan mempertahankan gelar dan kisah Messi | Messi top skor turnamen dengan 8 gol |
| Inggris | Harry Kane, Jude Bellingham | Harapan mengakhiri penantian sejak 1966 | Keduanya bersaing dalam daftar top skor |
| Prancis | Kylian Mbappe, Michael Olise | Favorit juara dengan lini serang paling menakutkan | Mbappe sudah mencetak 8 gol |
| Spanyol | Lamine Yamal, Rodri | Gaya bermain penguasaan bola dan bintang muda | Tidak kebobolan dalam 5 laga pertama |
Tim-tim yang tersingkir tetap meninggalkan jejak kuat
Empat tim yang tersingkir di perempat final tetap memberi warna besar pada turnamen ini. Belgia disingkirkan Spanyol, Maroko dihentikan Prancis, Norwegia kandas melawan Inggris, dan Swiss terhenti setelah kalah dari Argentina.
Belgia membawa nama Kevin De Bruyne dan Thibaut Courtois, Maroko dikenang sebagai tim Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal pada 2022, Norwegia kembali ke Piala Dunia putra untuk pertama kalinya sejak 1998, dan Swiss mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 72 tahun.
Dengan empat semifinalis yang sama-sama punya cerita kuat, pilihan dukungan kini bergantung pada selera masing-masing. Ada yang terpikat sejarah Messi, ada yang menunggu Inggris lepas dari bayang-bayang 1966, ada yang menjagokan kekuatan Prancis, dan ada pula yang melihat Spanyol sebagai simbol generasi baru.
Source: www.beritasatu.com






