Empat Tersangka Pembunuhan Lansia Pekanbaru Ditangkap di Aceh Tengah dan Binjai, Polisi Dalami Perannya

Author: Redaksi Android62

Empat orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan disertai perampokan terhadap lansia Dumaris Isni Sitio di Pekanbaru akhirnya dibekuk polisi. Penangkapan itu dilakukan di dua wilayah berbeda, yakni Aceh Tengah dan Kota Binjai, setelah tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru melakukan pengejaran.

Kasus ini menyita perhatian publik karena korban disebut tewas setelah dipukul menggunakan balok kayu di rumahnya. Rekaman CCTV dari rumah korban juga ikut beredar luas dan menjadi salah satu petunjuk penting yang kini dianalisis penyidik.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keempat terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengurai peran masing-masing.

Kapolres Kota Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, mengatakan penyidik belum membuka identitas maupun rincian peran para terduga pelaku. Penjelasan resmi dijadwalkan disampaikan dalam ekspose kasus yang digelar besok.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga peristiwa itu berawal dari tindak pencurian dengan kekerasan atau curas. Korban kemudian diketahui meninggal setelah mengalami pemukulan brutal dengan balok kayu di kediamannya.

Rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026 menjadi alat penting dalam penelusuran kasus. Dari analisis awal, polisi menilai ada satu orang yang paling patut diduga terlibat, tetapi penetapan tersangka masih menunggu kecukupan alat bukti.

Nama perempuan berinisial AF juga ikut menjadi sorotan dalam penyidikan. Polda Riau menyebut AF dikenal keluarga korban sebagai mantan menantu Dumaris Isni Sitio.

Dalam rekaman CCTV, AF terlihat sempat bersalaman dengan korban sebelum kejadian tragis itu terjadi. Rekaman yang sama juga memperlihatkan seorang pria tak dikenal datang bersama AF dan diduga menjadi eksekutor pemukulan dengan balok kayu.

Polisi masih mendalami identitas pria tersebut serta kemungkinan peran pihak lain dalam peristiwa yang membuat korban terkapar bersimbah darah. Penyidik juga menelusuri dugaan bahwa pelaku merusak kamera pengawas di dalam rumah untuk menghapus jejak setelah pembunuhan dan pencurian terjadi.

Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa empat saksi untuk memperkuat rangkaian bukti. Pemeriksaan itu berjalan beriringan dengan pendalaman terhadap rekaman CCTV yang menjadi kunci dalam mengungkap kronologi kejadian.

Dari rumah korban, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang berharga. Barang yang hilang di antaranya perhiasan, paspor, uang tunai dalam mata uang asing dolar Singapura, telepon genggam, dan cincin pernikahan milik suami korban.

Suami korban, Salmon Meha, mengatakan sempat mengajak istrinya pergi mengurus pajak kendaraan sekitar pukul 08.00 WIB. Namun korban memilih tetap di rumah, dan saat Salmon kembali sekitar pukul 11.00 WIB, istrinya sudah tidak bernyawa.

Salmon kemudian menghubungi keluarga dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Rumbai Pesisir. Hingga kini, polisi masih mendalami peran empat orang yang telah ditangkap di Aceh Tengah dan Binjai dalam kasus yang menggemparkan warga Pekanbaru itu.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru