Empat Tuntutan MBG Dibawa ke Patung Kuda, Dukungan Program Ini Makin Menguat

Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan Makan Bergizi Gratis atau MBG akan menggelar aksi nasional bertajuk Parade Nasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi ini digelar untuk menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG sekaligus mendorong pembenahan tata kelola di Badan Gizi Nasional atau BGN.

Koordinator Aksi Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan MBG, Ahmad Yazdi, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari penyatuan relawan, mitra, dan simpatisan yang menilai program makan bergizi masih sangat dibutuhkan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Empat tuntutan utama yang dibawa

Dalam aksi tersebut, presidium menyiapkan empat tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dan lembaga terkait. Seluruh tuntutan itu berpusat pada keberlanjutan program, komunikasi antar pihak pelaksana, percepatan layanan di wilayah 3T, dan kepastian hukum.

TuntutanIsi
1Mendukung keberlanjutan Program MBG sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045 dan pemerataan ekonomi kerakyatan.
2Meminta pimpinan BGN memfasilitasi forum diskusi bersama seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program.
3Mendorong percepatan operasional dapur SPPG di wilayah 3T sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
4Meminta DPR RI segera menyusun undang-undang yang mengatur pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar memiliki kepastian hukum.

Yazdi menegaskan bahwa program sebesar MBG memerlukan dasar hukum yang jelas. Menurut dia, kepastian hukum akan membuat pengelolaan program lebih transparan dan memberi kejelasan bagi semua pihak yang terlibat.

Massa datang dari berbagai daerah

Aksi di Patung Kuda itu direncanakan melibatkan relawan, pekerja dapur, pemasok bahan pangan, hingga petani dari sejumlah wilayah. Peserta disebut datang dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi, hingga Aceh.

Relawan dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T yang berada di Jakarta juga disebut akan ikut terlibat. Presidium mengklaim aksi ini bakal diikuti 1 juta massa dari berbagai latar belakang.

Sikap panitia soal tudingan massa bayaran

Menanggapi isu mengenai kemungkinan adanya massa bayaran, Yazdi menyebut bantuan transportasi bagi peserta merupakan bentuk fasilitasi dari para mitra. Ia menegaskan banyak peserta datang dari luar daerah dan hadir karena ingin menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program.

“Kalau mereka membutuhkan biaya transportasi, tentu itu menjadi bagian dari dukungan mitra,” kata Yazdi. Ia menambahkan bahwa peserta hadir bukan karena dipaksa, melainkan karena ingin menunjukkan dukungan terhadap MBG.

Sorotan pada pelaksanaan program di lapangan

Di tengah berbagai kritik yang sempat muncul, Yazdi meminta publik tidak hanya melihat persoalan yang viral. Ia menilai masih banyak dapur MBG yang bekerja baik setiap hari dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kerja dapur yang berjalan lancar dan dampaknya bagi anak-anak Indonesia juga perlu mendapat perhatian. Dalam pandangan presidium, keberhasilan di lapangan tetap penting dicatat bersamaan dengan evaluasi terhadap kekurangan yang ada.

Aksi nasional ini menjadi bagian dari dorongan relawan dan mitra agar program MBG tidak berhenti di tengah jalan. Mereka ingin pemerintah, BGN, dan DPR RI memberi perhatian lebih besar pada tata kelola, pelaksanaan, serta landasan hukum program tersebut.

Source: www.suara.com
Berita Terkait