Enam laga tersisa akan menjadi ujian paling menentukan bagi Persijap Jepara dalam usaha bertahan di Liga Superleague. Setelah menang 2-0 atas Semen Padang di Stadion H. Agus Salim pada Senin, 20/4, tim asuhan Mario Lemos memang menguatkan posisi, tetapi belum cukup untuk membuat mereka merasa aman.
Persijap kini berada di posisi 13 klasemen sementara dengan 28 poin. Selisih dari zona merah mulai melebar, namun jarak poin di papan bawah masih rapat sehingga satu hasil pertandingan saja bisa langsung mengubah keadaan.
Modal positif yang belum boleh membuat lengah
Kemenangan atas Semen Padang menambah panjang rekor tak terkalahkan Persijap menjadi tujuh laga beruntun. Tren itu menjadi sinyal bahwa Laskar Kalinyamat sedang berada pada jalur yang lebih stabil setelah melewati periode yang naik-turun.
Meski begitu, Mario Lemos tetap melihat situasi ini dengan hati-hati. Persijap masih mencatat tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 14 kekalahan sampai pekan ke-28, angka yang menunjukkan perjalanan tim belum sepenuhnya konsisten.
Laga kontra Semen Padang juga memperlihatkan bahwa Persijap tidak selalu bisa menguasai permainan dengan mudah. Tuan rumah sempat tampil agresif dan bertahan rapat, membuat Persijap kesulitan pada fase awal pertandingan.
Perubahan permainan di tengah laga
Persijap baru menemukan momen penting ketika bisa mengendalikan situasi dan menutup babak pertama dengan keunggulan. Setelah unggul 2-0, pertandingan tidak langsung berjalan nyaman karena Persijap sempat kehilangan kendali di lini tengah pada babak kedua.
Dalam kondisi itu, Lemos mengambil langkah cepat dengan melakukan empat pergantian pemain sekaligus. Keputusan tersebut membantu tim menstabilkan tempo permainan dan meredam upaya Semen Padang untuk mencari gol balasan.
Bagi Persijap, hasil di laga tandang seperti ini punya arti lebih dari sekadar tiga poin. Tim menunjukkan kemampuan bertahan di bawah tekanan dan tetap menjaga hasil ketika lawan mencoba mengejar ketertinggalan.
Enam pertandingan penentu nasib musim
Lemos menilai enam laga sisa sebagai fase paling penting dalam perjalanan Persijap musim ini. Dari enam pertandingan itu, empat akan dimainkan di kandang sendiri dan dua lainnya berlangsung tandang.
Komposisi tersebut memberi peluang bagi Persijap untuk memaksimalkan dukungan publik Jepara. Namun, peluang itu tetap harus dihadapi dengan kesiapan yang baik karena daftar lawan yang menanti tidak ringan.
Berikut enam laga terakhir Persijap Jepara:
- PSBS Biak, Jumat, 24/4
- Dewa United, Rabu, 29/4
- Persija Jakarta, Senin, 4/5
- Persita Tangerang, Minggu, 10/5
- Borneo FC, Minggu, 17/5
- Persib Bandung, Sabtu, 23/5
Di antara lawan tersebut, ada tiga klub penghuni papan atas klasemen. Itulah sebabnya setiap laga sisa dipandang bisa sangat memengaruhi posisi akhir Persijap di kompetisi.
Fokus menjaga ritme hingga akhir
Empat laga kandang menjadi kesempatan terbesar untuk menambah poin krusial. Dukungan suporter dan familiaritas lapangan bisa menjadi faktor yang membantu, selama Persijap mampu mempertahankan kestabilan permainan seperti yang terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir.
Namun, tantangan bagi Persijap tidak berhenti pada soal bermain di kandang. Tim harus tetap menjaga kesiapan fisik dan mental karena lawan yang dihadapi punya karakter berbeda-beda dan bisa mengubah arah pertandingan dengan cepat.
Dalam situasi klasemen yang rapat, fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya menjadi hal yang wajib dijaga. Persijap memang tengah bergerak ke arah yang lebih baik, tetapi enam laga tersisa tetap akan menentukan apakah Laskar Kalinyamat mampu mengamankan tempat di Liga Superleague musim depan.
Source: mediaindonesia.com