Bastian Steel mulai membuka rencana yang selama ini dinanti dari perjalanan asmaranya bersama Sitha Marino. Setelah menjalani hubungan selama enam tahun, ia menargetkan pernikahan pada tahun depan dan mengaku sudah siap melangkah ke tahap yang lebih serius.
Kabar itu ia sampaikan saat tampil di program Pagi Pagi Ambyar pada Selasa (19/5/2026). Dalam penjelasannya, Bastian menegaskan bahwa ia ingin rencana tersebut benar-benar segera terwujud, meski belum mengulas lebih jauh soal kesiapan finansial.
Bagi Bastian, enam tahun kebersamaan bukan sekadar waktu yang berlalu. Ia melihat periode itu sebagai proses penting yang membuat hubungan mereka makin matang dan membantu keduanya belajar mempersiapkan diri menuju rumah tangga.
Ia juga menilai hubungan mereka bisa berjalan stabil karena tidak ada tekanan dari Sitha untuk buru-buru menikah. Menurut Bastian, Sitha adalah sosok yang santai dan tidak pernah menuntut kepastian dalam waktu cepat.
“Enggak ada paksaan, enggak ada kayak nuntut ‘ayo nikahin gue dong’,” kata Bastian saat menjelaskan karakter sang kekasih. Sikap seperti itu, menurut dia, membuat hubungan mereka tumbuh perlahan tetapi terasa lebih kuat.
Pandangan Sitha yang sempat berubah
Bastian juga mengungkap bahwa pada awal hubungan, Sitha tidak terlalu memikirkan pernikahan. Saat itu, ia melihat Sitha lebih memilih menjalani hidup dengan santai dan punya pandangan yang berbeda soal masa depan.
Ia bahkan menggambarkan Sitha dulu lebih menikmati peran sebagai “rich auntie” dan menjadi tante untuk anak kakaknya, Putri Marino. Namun seiring waktu, pandangan itu disebut berubah setelah keduanya melewati banyak pengalaman bersama.
Perubahan tersebut membuat Bastian merasa hubungan mereka kini ada di tahap yang lebih siap untuk dibawa ke arah yang lebih serius. Ia menilai proses panjang yang mereka jalani menjadi alasan utama mengapa rencana menikah mulai terlihat semakin nyata.
Tak mau tergesa-gesa menuju pelaminan
Meski sudah punya target tahun depan, Bastian tetap menekankan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru. Menurut dia, pernikahan membutuhkan kesiapan emosional dan pemahaman yang dibangun bersama, bukan sekadar mengejar waktu.
“Jadi, kita menjalani dan belajar secara bersama-sama,” ujarnya. Ia menilai enam tahun hubungan mereka sudah menjadi bagian penting dari proses belajar itu.
Di sisi lain, Bastian juga memberi ruang bagi Sitha untuk menentukan konsep pernikahan yang paling nyaman. Ia mengaku bersikap fleksibel dan menyerahkan banyak hal kepada kekasihnya agar hari bahagia itu benar-benar sesuai dengan keinginan Sitha.
Pilihan pernikahan yang lebih intim
Bastian menyebut Sitha cenderung menyukai konsep intimate wedding atau small wedding. Meski begitu, ia mengatakan Sitha tetap menginginkan suasana yang meriah dalam momen tersebut.
Pilihan itu dinilai cocok dengan karakter Sitha yang mengutamakan kehangatan dan tidak menyukai pesta yang terlalu besar. Bagi Bastian, yang paling penting adalah kebahagiaan Sitha saat hari pernikahan itu tiba.
Rencana keduanya pun ikut menarik perhatian karena hubungan mereka sudah berjalan cukup lama dan melalui banyak proses pendewasaan bersama. Dengan target menikah tahun depan, Bastian dan Sitha kini tampak mulai menyiapkan langkah baru ke arah kehidupan yang lebih serius.
Source: www.beritasatu.com






