Pengembangan iPhone layar lipat Apple yang santer disebut sebagai iPhone Ultra masih menghadapi titik paling sensitif di bagian engsel. Komponen ini belum lolos uji kontrol kualitas internal, sehingga proses menuju produksi massal masih bisa tertahan sementara.
Masalahnya muncul saat engsel diuji lewat simulasi buka-tutup layar secara intensif dalam jangka panjang. Uji tersebut menyoroti keausan pada mekanisme lipat, dan Apple disebut perlu menuntaskannya lebih dulu sebelum perangkat masuk ke tahap berikutnya.
Engsel jadi penentu utama
Dalam ponsel lipat, engsel bukan sekadar bagian mekanis biasa. Komponen ini harus cukup kuat untuk menahan tekanan berulang, tetapi tetap presisi agar layar dan mekanisme lipat bekerja mulus.
Karena itulah Apple tampak berhati-hati. Perusahaan disebut masih menjalani uji coba produksi sebelum melangkah ke skala besar, berbeda dengan beberapa produsen lain yang sudah lebih dulu memasarkan ponsel lipat.
Jika hambatan pada engsel ini tidak segera teratasi, produksi iPhone Ultra disebut berpotensi dihentikan sementara. Situasi itu menunjukkan bahwa Apple masih menempatkan standar kualitas internal sebagai prioritas utama.
Logam cair menjadi andalan
Di balik pengujian yang ketat itu, Apple disebut melirik material liquid metal atau logam cair untuk mekanisme pelipatan. Menurut analis Ming-Chi Kuo, bahan ini dinilai cocok karena lebih adaptif terhadap tekanan tekukan dibanding logam konvensional.
Instant Digital di Weibo menjelaskan bahwa susunan atom logam cair bersifat acak. Karakteristik tersebut disebut membuatnya lebih tahan terhadap tekanan dan bahkan memiliki daya tahan yang melampaui titanium alloy.
Apple sendiri bukan baru pertama kali memakai material ini. Perusahaan sebelumnya sudah menggunakannya pada komponen berdimensi mikro, termasuk pin ejector kartu SIM, sehingga iPhone Ultra akan menjadi ujian yang jauh lebih besar untuk penerapan material tersebut pada bagian mekanis yang krusial.
Riset Apple terhadap logam cair juga disebut sudah berlangsung lebih dari 15 tahun. Proses itu bermula dari kesepakatan lisensi dengan Liquidmetal Technologies pada 2010.
Layar juga masih dikejar hasil terbaik
Selain engsel, perhatian Apple juga tertuju pada bekas lipatan di tengah layar, masalah yang umum muncul pada ponsel lipat. Perusahaan dikabarkan ingin menghilangkan garis lipatan itu tanpa terlalu memedulikan besaran biaya produksi.
Salah satu pendekatan yang ditempuh adalah penggunaan struktur kaca ultra-tipis dua lapis. Desain ini dibuat untuk membagi tekanan ke beberapa lapisan sekaligus agar panel terlihat lebih rata.
Instant Digital menyebut Apple akhirnya menerima bahwa sedikit bekas lipatan mungkin tidak bisa dihindari sepenuhnya. Meski begitu, hasil pengujian terkini disebut menunjukkan iPhone Ultra masih mampu mempertahankan visual layar yang tampak bebas lipatan dalam pemakaian jangka panjang.
Jadwal peluncuran masih berjalan
Di tengah isu pada engsel, jadwal peluncuran perangkat ini disebut belum berubah. Instant Digital menyampaikan iPhone Ultra dijadwalkan meluncur bersama lini iPhone 18 Pro series pada musim gugur 2026.
Produksi massal dan perakitan perangkat premium itu diprediksi mulai berjalan pada Juli 2026. Dengan demikian, Apple masih memiliki ruang untuk menyempurnakan pengujian komponen inti sebelum masuk ke fase produksi penuh.
Spesifikasi awal yang beredar
Sejumlah detail awal juga sudah beredar mengenai perangkat ini. iPhone Ultra dilaporkan akan membawa layar utama 7,8 inci dan cover display 5,5 inci.
Perangkat tersebut juga disebut akan memakai chipset A20, modem C2, fitur keamanan Touch ID, dan dua kamera belakang. Pengalaman pakainya diklaim akan lebih mendekati iPhone biasa ketimbang iPad, meski ukuran layarnya tergolong besar.
Jika pengujian engsel dan layar berhasil dilewati, iPhone Ultra berpotensi menjadi langkah paling serius Apple untuk masuk ke kategori ponsel lipat. Untuk saat ini, semua perhatian masih tertuju pada apakah engsel yang diuji Apple benar-benar siap membawa perangkat itu ke tahap produksi penuh.







