Engsel Masih Jadi Batu Sandungan, Apple Siapkan 3 Juta iPhone Fold untuk Debut Awal

Author: Redaksi Android62

Apple disebut menyiapkan produksi awal sekitar 3 juta unit untuk iPhone Fold, tetapi jadwal peluncuran perangkat ini masih sangat bergantung pada satu komponen yang belum stabil: engsel. Masalah pada modul tersebut dilaporkan bisa menggeser produksi sekitar 15 hari hingga satu bulan.

Menurut laporan The Elec, engsel iPhone Fold menggunakan cetakan 3D dan sempat menghasilkan suara yang tidak diinginkan setelah perakitan. Seorang pejabat industri yang dikutip media itu menyebut Apple masih kesulitan menstabilkan produksi modul engsel untuk ponsel lipat pertamanya.

Fokus Apple masih tertahan di engsel

Kendala itu membuat jadwal rilis tidak bisa dipastikan hanya dari kesiapan layar. Pejabat industri yang sama menegaskan bahwa tidak ada masalah pada Samsung Display, sehingga titik paling sensitif justru ada pada kesiapan komponen milik Apple sendiri.

Di sisi lain, pembicaraan mengenai kemungkinan peluncuran pada September sudah mulai beredar. Namun, sumber-sumber yang dikutip dalam laporan tersebut menekankan bahwa jadwal akhir tetap bergantung pada kesiapan komponen inti, terutama engsel.

Samsung pegang layar iPhone Fold

Laporan media Korea yang dikutip Forbes menyebut Samsung akan menjadi pemasok eksklusif panel untuk iPhone Fold. The Elec dan ET News juga melaporkan bahwa Samsung Display dan LG telah mulai memproduksi panel OLED untuk seri iPhone 18.

Khusus untuk iPhone Fold, Samsung disebut mendapat porsi produksi penuh untuk panel layar lipat. Apple dan Samsung bahkan dikabarkan telah menandatangani kesepakatan eksklusif selama 3 tahun untuk panel OLED handset lipat itu.

Langkah tersebut menunjukkan Apple tetap berhati-hati saat masuk ke kategori perangkat lipat. Meski pesanan awal sekitar 3 juta unit tergolong besar untuk produk generasi pertama, angka itu masih mencerminkan pendekatan konservatif.

Layar sudah jauh lebih matang

Samsung Display bukan pemain baru dalam komponen lipat. Perusahaan itu disebut memiliki delapan generasi pengalaman membuat layar foldable yang tahan lama dan andal untuk seri Galaxy Z Fold.

iPhone Fold juga dikabarkan akan memakai teknologi CoE atau Color Filter on Encapsulation. Teknologi ini membuat layar lebih tipis, lebih terang, dan hingga 37% lebih efisien.

Selain itu, layar perangkat ini akan memakai material OLED M16 milik Samsung. Kombinasi tersebut diklaim memberi peningkatan efisiensi daya, performa warna, dan tingkat kecerahan.

Bagi perangkat lipat, efisiensi daya menjadi faktor penting karena dua layar pada satu baterai lithium-ion menuntut konsumsi energi yang lebih hemat. Hal itu membuat desain panel menjadi salah satu penentu kenyamanan pakai harian.

Produksi 3 juta unit jadi sinyal serius

Apple disebut akan memproduksi 3 juta unit iPhone Fold pada putaran awal. Angka itu memang belum menunjukkan agresivitas penuh, tetapi cukup untuk menandakan bahwa Apple serius membangun kategori baru ini.

Jumlah tersebut disebut sejalan dengan volume produksi yang kabarnya disiapkan Samsung untuk Galaxy Z Fold 8. Total target produksi Samsung untuk seluruh lini Galaxy Z Fold 8, termasuk Ultra, Wide, dan Flip 8, berada di kisaran 5 juta hingga 6 juta unit.

Di dalam hitungan itu, model Wide saja dikabarkan bisa mencapai 2 juta unit. Apple sendiri berencana memproduksi 3 juta iPhone Fold sebelum tahun berakhir.

Di luar urusan perangkat keras, ponsel lipat juga menuntut dukungan antarmuka yang matang. Pengalaman pengguna harus bisa menyesuaikan resize aplikasi dan multitasking di layar fleksibel, sesuatu yang membuat kategori ini lebih kompleks dibanding ponsel biasa.

Berita Terbaru