Samsung Buka Akses ChatGPT ke Ribuan Karyawan, AI Masuk ke Inti Kerja Harian

Author: Redaksi Android62

Samsung Electronics mulai menerapkan ChatGPT Enterprise dan Codex dalam operasional perusahaannya. Kebijakan ini mencakup karyawan di Korea Selatan serta divisi Device eXperience (DX) secara global.

Langkah tersebut menempatkan AI generatif bukan lagi sebagai alat tambahan, melainkan bagian dari proses kerja inti. Di Samsung, pemanfaatannya menyentuh coding, analisis data, penyusunan dokumen, hingga pekerjaan pemasaran dan riset produk.

Dipakai untuk pengembangan software dan tugas harian

Dalam pengembangan perangkat lunak, ChatGPT Enterprise dan Codex dapat dipakai untuk menulis kode, melakukan debugging, dan menguji software. Di luar pekerjaan teknis, alat ini juga disiapkan untuk membantu idea generation, pemasaran, riset produk, serta proses manufaktur.

Pemakaian yang lebih luas ini menunjukkan bahwa Samsung ingin AI hadir di banyak lini kerja sekaligus. Fungsinya tidak berhenti pada tim teknis, tetapi juga merambah kebutuhan korporat yang lebih umum.

Untuk pekerjaan sehari-hari, AI tersebut digunakan agar pencarian informasi berjalan lebih cepat. Karyawan juga dapat memakainya untuk analisis data, interpretasi metrik, dan penyusunan dokumen.

Cakupan besar di Korea Selatan dan divisi DX

Skala penerapan ini menjadi perhatian karena Samsung tidak membatasi akses pada unit tertentu saja. Di Korea Selatan, penggunaan AI berlaku untuk seluruh karyawan Samsung Electronics.

Sementara itu, akses global saat ini difokuskan pada divisi DX yang menangani bisnis smartphone, jaringan mobile, dan elektronik konsumen. Artinya, implementasi ini langsung menyentuh lini yang berhubungan erat dengan produk utama Samsung di pasar dunia.

Wilayah Cakupan
Korea Selatan Seluruh karyawan Samsung Electronics
Global Divisi Device eXperience (DX)

Keamanan tetap dijaga ketat

Samsung sebelumnya sempat menghadapi kekhawatiran terkait data proprietary saat memakai AI generatif. Karena itu, penerapan terbaru ini dijalankan di bawah kebijakan keamanan internal dan kerangka tata kelola yang ketat.

Tujuannya adalah menjaga informasi rahasia perusahaan tetap terlindungi. Penggunaan AI di area sensitif seperti pengembangan software, riset produk, dan analisis data memang menuntut pengawasan yang lebih ketat.

Dengan pendekatan tersebut, Samsung berupaya mengambil manfaat dari AI tanpa melepas kontrol atas data internal. Tata kelola menjadi elemen penting agar adopsi teknologi ini tetap berada dalam batas yang aman.

Hubungan Samsung dan OpenAI semakin erat

General Manager OpenAI Korea, Kim Kyoung-hoon, menyebut penerapan ini sebagai langkah bersejarah bagi OpenAI. Ia menilai Samsung tidak memperlakukan AI hanya sebagai alat untuk tim tertentu, melainkan sebagai platform inti untuk meningkatkan cara kerja dan inovasi di seluruh dunia.

Kerja sama keduanya juga tidak berhenti pada penggunaan software. Samsung disebut memperkuat hubungan dengan OpenAI lewat pasokan semikonduktor memori canggih untuk mendukung infrastruktur AI global OpenAI yang terus berkembang.

Selain itu, Samsung juga berpeluang membuat akselerator AI kustom untuk OpenAI. Kombinasi peran sebagai pengguna teknologi dan penyokong infrastruktur membuat hubungan dua perusahaan ini semakin dalam.

Bagi Samsung, implementasi ChatGPT Enterprise dan Codex membuka ruang efisiensi di pekerjaan teknis maupun administratif. Bagi OpenAI, skala penggunaan di Samsung menjadi penanda bahwa produk enterprise mereka mulai mendapat tempat penting di perusahaan besar teknologi dan manufaktur.

Source: www.sammobile.com
Berita Terbaru