Eric “ConcernedApe” Barone kembali menegaskan arah yang ia pegang sejak lama untuk Stardew Valley: tidak ada microtransactions. Di tengah industri game yang makin sering mendorong transaksi tambahan setelah pembelian awal, sikap itu membuat Stardew Valley tetap terasa berbeda dan sangat ramah pemain.
Barone menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Game Informer. Ia tidak menggambarkan dirinya sebagai sosok yang ingin dipuja, melainkan sebagai kreator yang memilih jalur yang menurutnya paling memuaskan secara pribadi.
Memilih dihargai komunitas
Bagi Barone, ada dua jalan yang bisa diambil seorang developer, yaitu mengejar uang tambahan atau mengejar rasa hormat dan kekaguman dari komunitas. Ia memilih opsi kedua karena merasa itu memberi kepuasan yang lebih besar daripada sekadar memiliki uang lebih banyak.
Pilihan itu menjadi menarik justru karena datang dari pencipta game yang sangat sukses. Stardew Valley sudah terjual puluhan juta kopi dan bahkan disebut menghasilkan uang lebih banyak daripada Call of Duty pada tahun keduanya.
Meski begitu, Barone tidak menjadikan capaian tersebut alasan untuk membuka lapisan pembayaran baru di dalam game. Ia justru mempertahankan pengalaman pemain tetap utuh setelah pembelian awal.
Enam pembaruan besar tanpa biaya tambahan
Salah satu alasan Stardew Valley punya reputasi kuat di mata pemain adalah konsistensi Barone dalam memberi dukungan gratis. Sejak rilis, game simulasi bertani ini sudah mendapat enam update besar, dan semuanya diberikan tanpa biaya tambahan.
Pembaruan 1.6 yang sangat besar juga hadir gratis. Update itu membawa tipe farm baru, bonus chickens, serta daftar patch note yang sangat panjang.
Langkah seperti ini membuat Stardew Valley menonjol di tengah banyak game populer lain yang mengandalkan monetisasi lanjutan. Alih-alih menambah beban biaya, Barone memilih menambah isi permainan.
Tidak ingin diperlakukan seperti pahlawan
Walau pendekatannya mendapat banyak apresiasi, Barone tidak ingin sikapnya dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa keputusan itu bukan berarti dirinya pantas dianggap sebagai sosok bermoral tinggi.
Nada itu justru memperlihatkan bahwa pilihannya lahir dari preferensi kreatif, bukan dari upaya membangun citra. Ia tampak lebih nyaman dipandang sebagai pengembang yang jujur dengan prinsip kerjanya sendiri.
Pendekatan tersebut juga selaras dengan cara Stardew Valley diposisikan sebagai game. Setelah lebih dari satu dekade, game ini tetap dikenal sebagai judul yang murah hati kepada pemain.
Tema game dan keputusan kreator sejalan
Barone juga mengaitkan sikapnya dengan tema utama Stardew Valley. Menurutnya, game itu berbicara tentang kembali ke cara hidup yang lebih autentik dan lebih alami.
Ia menilai tema seperti itu terasa kuat bagi banyak orang dari berbagai usia. Di tengah dunia yang terasa semakin kacau, Stardew Valley menjadi tempat pelarian yang memberi rasa kembali ke hal-hal yang lebih manusiawi.
Hubungan itu menjelaskan kenapa keterikatan pemain terhadap game ini begitu kuat. Isi game dan cara Barone memperlakukan komunitasnya berjalan ke arah yang sama.
Uang bukan pusat keputusan
Meski Stardew Valley sudah berkembang menjadi fenomena besar, Barone menegaskan bahwa uang bukan inti dari keputusan kreatifnya. Ia mengatakan tujuan utamanya adalah membawa “magic” kepada orang-orang.
Barone ingin memberi pemain perasaan yang sulit dijelaskan, seperti yang dulu ia rasakan saat bermain game, menonton film, atau membaca buku ketika kecil. Dari sudut pandang itu, kepuasan kreatif dan penghargaan komunitas terasa lebih penting daripada pemasukan tambahan.
Keberhasilan Stardew Valley juga meluas ke luar game. Popularitasnya melahirkan konser, cookbook, dan berbagai merchandise.
Namun, di balik semua itu, Barone tetap mempertahankan prinsip yang sama. Stardew Valley terus berkembang tanpa microtransactions, sambil menjaga hubungan yang baik dengan komunitas yang mendukungnya.
