Kemarau Jawa Tengah Menguat, 83,3 Persen Wilayah Masuk Puncak pada Agustus 2026

Author: Redaksi Android62

BMKG Jawa Tengah memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan jatuh pada Agustus di sekitar 83,3 persen zona musim di provinsi ini. Kondisi tersebut disertai curah hujan yang berada pada kategori bawah normal, sehingga risiko kekeringan, kekurangan air bersih, dan kebakaran lahan perlu diwaspadai lebih awal.

Sejumlah wilayah bahkan akan lebih dulu memasuki titik terkering pada Juli 2026. Kota Surakarta termasuk di dalam kelompok ini, bersama sebagian besar Kabupaten Kudus dan Blora, serta sebagian wilayah Demak, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Durasi kemarau tidak sama di setiap daerah

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan bahwa sebagian wilayah sudah masuk musim kemarau sejak Mei. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih tercatat di beberapa daerah sehingga dampak kekeringan belum sepenuhnya terasa.

Menurut BMKG Jawa Tengah, durasi kemarau tahun ini umumnya berada pada kisaran 16–18 dasarian atau sekitar 5–6 bulan. Namun, ada wilayah tertentu yang diperkirakan mengalami kemarau ekstrem dengan durasi 25–27 dasarian, setara 8–9 bulan.

Perbedaan itu membuat ancaman kekeringan tidak muncul serentak. Sebagian wilayah akan lebih cepat merasakan kondisi kering, sementara wilayah lain baru mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir musim kemarau.

Daerah yang lebih dulu mencapai puncak kemarau

Pada Juli 2026, titik terkering diperkirakan terjadi di Kota Surakarta. Jadwal yang sama juga mencakup sebagian besar Kabupaten Kudus dan Blora, serta sebagian wilayah Demak, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Sejumlah area kecil di Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, dan Wonogiri juga masuk daftar wilayah yang lebih dulu mencapai puncak kemarau. Kondisi ini menjadi penanda bahwa beberapa daerah harus bersiap lebih awal menghadapi penurunan ketersediaan air.

Wilayah luas menyusul pada Agustus

Selain wilayah yang lebih cepat, sebagian besar daerah di Jawa Tengah diproyeksikan mencapai puncak kemarau pada Agustus 2026. Kelompok ini mencakup Kota Tegal, Pekalongan, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Kabupaten Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap juga termasuk di dalamnya. Sebagian besar wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, Sukoharjo, dan Wonogiri ikut diperkirakan masuk fase puncak pada periode yang sama.

Karimunjawa paling akhir

Wilayah yang diprediksi paling lambat mencapai puncak musim kemarau adalah Kepulauan Karimunjawa. Daerah kepulauan itu diperkirakan baru mengalami titik puncaknya pada September 2026.

BMKG Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan mewaspadai potensi kebakaran lahan. Peringatan ini disampaikan karena puncak kemarau berlangsung saat curah hujan berada di bawah normal di banyak wilayah.

Source: www.metrotvnews.com
Berita Terbaru