Error Metering Gas Pertamina EP Turun ke 0,1 Persen, QORD TECH Bikin Operasi Lebih Andal

Author: Redaksi Android62

Penurunan error pengukuran orifice gas metering menjadi salah satu hasil paling mencolok dari penerapan QORD TECH di Pertamina EP. Tingkat error yang semula berada di kisaran 0,8–0,9 persen kini turun mendekati kondisi normal 0,1 persen, sehingga proses pengukuran menjadi jauh lebih andal.

Perubahan itu penting karena sistem metering gas memegang peran besar dalam operasi hulu migas yang menuntut presisi. Saat selisih pengukuran mengecil, data operasional menjadi lebih akurat dan kegiatan di lapangan dapat berjalan dengan kontrol yang lebih baik.

Diagnostik tanpa bongkar peralatan

QORD TECH, atau Quadrant Orifice Meter Diagnostic Technology, dikembangkan untuk memeriksa kondisi internal komponen metering gas tanpa perlu membongkar peralatan. Pendekatan ini menjawab kebutuhan lapangan yang memerlukan inspeksi lebih cepat, lebih akurat, dan tetap efisien saat sistem gas harus terus beroperasi.

Teknologi tersebut memakai sensor dan pemodelan agar teknisi bisa membaca kondisi komponen yang tidak terlihat secara langsung. Dengan cara ini, proses diagnostik tidak lagi bergantung pada pembongkaran peralatan yang berpotensi memakan waktu lebih lama.

Dibutuhkan di operasi berskala besar

Di Oil & Gas Transportation Field Pertamina EP Zona 7, gas didistribusikan ke 43 titik konsumen dengan nilai produksi sebesar USD926,79 per hari. Skala operasi seperti ini membuat gangguan kecil pada sistem metering dapat membawa dampak yang besar bagi kelancaran kerja.

Karena itu, kebutuhan akan metode pemeliharaan yang praktis menjadi semakin penting. QORD TECH hadir sebagai jawaban atas tantangan teknis saat operator harus memastikan kondisi internal peralatan tanpa menghentikan proses secara berlebihan.

Nilai operasional dan bisnis ikut terdorong

Perbaikan pada akurasi pengukuran tidak hanya berdampak pada sisi teknis. Pertamina EP juga mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp23,8 miliar, penghematan biaya Rp1,4 miliar, dan total nilai tambah Rp25,2 miliar dari inovasi ini.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa efisiensi pengukuran dapat beriringan dengan efisiensi bisnis. Ketika error turun, pengelolaan operasi ikut lebih terkendali dan hasil kerja lapangan menjadi lebih optimal.

Dikembangkan lewat tahapan teknis yang terukur

QORD TECH tidak lahir secara instan. Pengembangannya melibatkan analisis dan pemodelan sistem metering gas, perakitan sensor serta komponen pendukung, lalu kalibrasi setiap sensor agar sistem bekerja optimal.

Rangkaian proses itu memperlihatkan bahwa inovasi di sektor hulu migas membutuhkan ketelitian teknis dan pengujian yang konsisten. Hasilnya kemudian tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi dapat digunakan secara andal di lapangan.

Diakui sebagai bagian dari transformasi digital

Facility Manager OGT Field Pertamina EP Zona 7, Kuwat Riyanto, menilai pengembangan teknologi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi operasional yang lebih efektif dan efisien. Ia juga menegaskan bahwa QORD TECH disiapkan agar proses diagnostik metering gas berjalan lebih cepat, akurat, dan tanpa pembongkaran peralatan.

Pengakuan teknis terhadap teknologi ini tertuang dalam Technical Guideline for the Use of Portable QORD TECH – Quadrant Orifice Meter Diagnostic Technology dengan nomor TKPA No. D04-014/PEP80000/2025-S9. Selain itu, QORD TECH meraih Platinum Award kategori Best Project Collaboration dalam ajang Upstream Improvement & Innovation Award 2025.

Pertamina EP menempatkan QORD TECH sebagai bagian dari Digitalization & Innovation sekaligus penguatan budaya inovasi perusahaan. Arah pengembangannya ditujukan untuk mendukung operasional hulu migas yang selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru