Mobil keluaran sebelum 2010 disebut paling perlu waspada ketika kadar etanol dalam bensin mulai naik. Pada kendaraan lama, material di saluran bahan bakar umumnya belum sepenuhnya kompatibel dengan etanol di atas 5 persen, terutama komponen karet yang bisa cepat getas dan memicu kebocoran.
Sebaliknya, kendaraan yang lebih baru dinilai lebih siap menghadapi bahan bakar beretanol. Pengamat otomotif Yannes Pasaribu menyebut mobil keluaran 2010 ke atas umumnya sudah dirancang untuk memenuhi standar emisi Euro 4 dan Euro 5, dengan teknologi injeksi modern dan material yang lebih tahan etanol.
Mandatori Etanol Dimulai Bertahap
Pemerintah menyiapkan penerapan bioetanol secara bertahap, mengikuti pola mandatori biodiesel yang dimulai dari tahap kecil lalu dinaikkan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto membuat program etanol harus dijalankan, dengan target mandatori pada 2027.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah mendorong mandatori bioetanol 5 persen atau E5 agar segera berjalan sebelum Desember tahun ini. Setelah itu, target berikutnya adalah E10 pada awal 2027 dan E20 pada 2028.
| Tahap Campuran Etanol | Target | Keterangan |
|---|---|---|
| E5 | Sebelum Desember tahun ini | Ditargetkan segera berjalan |
| E10 | Awal 2027 | Tahap kenaikan setelah E5 |
| E20 | 2028 | Masuk uji jalan lebih dulu bersama Gaikindo |
Eniya juga menyebut teknologi mesin kendaraan saat ini diyakini bisa mengonsumsi bensin dengan campuran etanol sampai 30 persen. Sebelum E20 diterapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo untuk memulai uji jalan BBM E20 secepatnya.
Perhatian Besar Ada di Kendaraan Lama
Yannes menjelaskan desain kendaraan modern memang disiapkan untuk konsumsi bahan bakar beretanol hingga E10, bahkan lebih. Sistem pembakaran yang kompatibel disebut bisa membantu meningkatkan performa mesin sekaligus menurunkan emisi gas buang.
Masalah berbeda muncul pada mobil yang usianya lebih tua. Pada kendaraan produksi sebelum 2010, keterbatasan material dapat membuat pengguna perlu lebih berhati-hati saat kadar etanol meningkat, terutama jika komponen saluran bahan bakarnya belum dirancang untuk campuran yang lebih tinggi.
Sejumlah petunjuk di buku manual mobil juga menunjukkan adanya toleransi terhadap campuran etanol. Pada Toyota Avanza, misalnya, campuran etanol masih diperbolehkan selama tidak lebih dari 10 persen dan angka oktan bahan bakar tetap sesuai ketentuan.
Dengan tahapan yang dimulai dari E5, lalu naik ke E10 dan E20, fokus kini bergeser ke kesiapan kendaraan di lapangan. Mobil baru tampak lebih selaras dengan rencana tersebut, sedangkan mobil lama berpotensi membutuhkan perhatian ekstra ketika bensin di Indonesia mulai memasuki fase baru.
