BYD Shark Tiba di Eropa, Pikap 436 HP Ini Siap Menantang Diesel Konvensional

Author: Redaksi Android62

BYD Shark datang ke Eropa dengan modal utama yang sulit diabaikan: tenaga 436 hp, torsi 650 Nm, dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,7 detik. Untuk sebuah pikap ladder frame, angka itu menempatkannya jauh dari citra pikap diesel konvensional yang selama ini mendominasi segmen menengah.

Pikap plug-in hybrid ini juga membawa jarak tempuh total 674 kilometer, sehingga posisinya bukan hanya mengandalkan performa besar. Dengan pendekatan itu, BYD mencoba menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan pada kendaraan sekelasnya, yakni kuat untuk kerja tetapi tetap efisien untuk penggunaan harian.

Mesin Bensin dan Dua Motor Listrik

Shark mengandalkan mesin bensin 1.5 liter turbo yang dipadukan dengan dua motor listrik melalui teknologi Super Hybrid DMO. Dari kombinasi tersebut, tenaga puncak mencapai 436 hp dengan torsi 650 Nm.

BYD juga membekali Shark dengan Blade Battery berkapasitas 32,2 kWh. Dalam mode listrik murni, jarak tempuhnya diklaim sekitar 90 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Spesifikasi Utama BYD Shark
Mesin 1.5 liter turbo + 2 motor listrik
Tenaga 436 hp
Torsi 650 Nm
0-100 km/jam 5,7 detik
Baterai Blade Battery 32,2 kWh
Jarak tempuh listrik murni sekitar 90 km WLTP
Jarak tempuh total 674 km

Kombinasi itu membuat Shark tampil bukan sekadar sebagai pikap hemat bahan bakar, melainkan juga kendaraan yang punya karakter performa kuat. Di atas kertas, pendekatan ini menjadi pembeda penting di pasar Eropa yang masih akrab dengan mesin diesel.

Badan Besar, Bak Serbaguna

Dimensinya juga mendukung peran gandanya. Panjang bodi mencapai 5.460 mm dengan wheelbase 3.260 mm, sementara kabin lima penumpang dibuat tetap lega.

Di bagian belakang, baknya memiliki kapasitas sekitar 1.200 liter. BYD menyebut Shark mampu menarik beban hingga 2.500 kilogram, sehingga kendaraan ini tetap relevan untuk kebutuhan angkut dan pekerjaan berat.

Siap Diajak Keluar Jalur

BYD Shark menggunakan Intelligent All-Wheel Drive dengan beberapa mode berkendara, termasuk pasir, lumpur, salju, dan kerikil. Suspensi independen double wishbone di depan dan belakang dirancang untuk menjaga kenyamanan sekaligus kestabilan saat medan mulai menantang.

Karakter jelajahnya diperkuat ground clearance 230 mm, sudut pendekatan 31 derajat, dan sudut keberangkatan 19,3 derajat. Dengan angka itu, Shark tidak hanya cocok untuk jalan raya, tetapi juga punya bekal jelas untuk medan off-road.

Kabin Lebih Dekat ke SUV Modern

Masuk ke interior, kesan utilitarian langsung bergeser ke arah yang lebih modern. BYD menanamkan panel instrumen digital 10,25 inci, layar infotainment 15,6 inci, serta dukungan nirkabel untuk Apple CarPlay dan Android Auto.

Kenyamanan kabin juga ditopang Head-Up Display, kursi depan berpemanas dan berventilasi, wireless charger, serta sistem audio premium Dynaudio dengan 12 speaker. Fitur-fitur itu membuat Shark terasa lebih dekat ke SUV modern ketimbang pikap kerja tradisional.

Satu nilai tambah lain datang dari fitur Vehicle-to-Load atau V2L. Dengan daya hingga 6,6 kW dan dua stopkontak, kendaraan ini bisa dipakai untuk menyuplai listrik ke perangkat kerja atau perlengkapan berkemah.

Harga, Fitur Keselamatan, dan Posisi Pasar

Di Eropa, BYD Shark dijual dalam satu varian dengan harga mulai £47.290 atau sekitar Rp1 miliar. Pemesanan sudah dibuka, sementara pengiriman unit pertama dijadwalkan pada kuartal keempat tahun 2026.

Untuk keselamatan, Shark dibekali Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Monitoring, Forward dan Rear Collision Warning, Rear Cross Traffic Alert, kamera 360 derajat, TPMS, tujuh airbag, dan ISOFIX. Paket tersebut menunjukkan bahwa BYD tidak hanya menonjolkan tenaga besar, tetapi juga keamanan dan perlengkapan berkendara yang lengkap.

Haloyouth melaporkan bahwa BYD memosisikan Shark sebagai kendaraan yang tetap nyaman dipakai layaknya mobil keluarga, namun tetap siap bekerja di medan berat. Jika kelak hadir di Indonesia, model ini berpotensi menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin pikap elektrifikasi dengan karakter lebih lengkap dari sekadar kendaraan niaga biasa.

Berita Terbaru