Manchester City sedikit lebih diunggulkan oleh supercomputer Opta saat menghadapi Arsenal di Stadion Etihad. Dari 10.000 simulasi pra-pertandingan, peluang menang City berada di angka 37,7 persen, sementara Arsenal menguntit sangat dekat dengan 35,8 persen dan hasil imbang 26,4 persen.
Selisih 1,9 persen itu membuat duel ini terlihat hampir tak terpisahkan di atas kertas. Opta juga menegaskan bahwa Arsenal tetap punya kesempatan besar untuk pulang dengan hasil positif, sehingga pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat sejak awal.
Peta kekuatan yang sangat rapat
Angka simulasi tersebut menunjukkan bahwa laga ini tidak mengarah pada dominasi satu tim. Manchester City memang berada di posisi terdepan, tetapi keunggulannya terlalu tipis untuk memberi rasa aman.
Kondisi itu membuat setiap detail kecil berpotensi menentukan arah pertandingan. Satu peluang bersih, satu kesalahan di lini belakang, atau satu bola mati bisa menjadi pembeda saat dua tim sama-sama berada dalam level yang sangat dekat.
Etihad masih jadi alasan City unggul tipis
Kepercayaan lebih besar kepada City juga dipengaruhi catatan mereka di Stadion Etihad. Dalam 10 pertemuan terakhir melawan Arsenal di kandang pada ajang Premier League, City tidak pernah kalah.
Rinciannya adalah tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Rekor itu menjadi modal penting yang membuat tim asuhan Pep Guardiola tetap berada sedikit di depan dalam hitungan Opta.
April dan rekor kandang ikut mendukung City
Ada pula faktor performa City pada bulan April yang tercatat sangat kuat di bawah Guardiola. Mereka membukukan rata-rata 2,51 poin per pertandingan dengan tingkat kemenangan 79,5 persen.
Catatan tersebut memperkuat kesan bahwa City sering tampil stabil pada periode ini. Meski begitu, data yang sama tetap menunjukkan bahwa jarak dengan Arsenal tidak cukup lebar untuk membuat prediksi menjadi jelas sepihak.
Arsenal tetap memegang posisi yang lebih nyaman di klasemen
Di tengah prediksi yang sangat tipis, Arsenal justru datang dengan posisi liga yang lebih menguntungkan. The Gunners masih memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan enam poin atas rival terdekatnya.
Situasi itu membuat tim asuhan Mikel Arteta masih memegang kendali dalam persaingan gelar. Jika mampu mencuri kemenangan di Etihad, Arsenal bisa menjaga jarak aman di papan atas dan meredam tekanan dari para pesaing.
Momentum kedua tim tidak sama
Skuad Arsenal menuju laga ini setelah kalah tipis 1-2 dari AFC Bournemouth. Sebaliknya, Manchester City datang dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi usai menang 3-0 atas Chelsea.
Perbedaan momentum tersebut memang terlihat jelas, tetapi Opta tidak menilainya sebagai pembeda besar. Kekuatan kedua tim tetap dianggap sangat berdekatan, sehingga hasil laga masih terbuka untuk banyak kemungkinan.
Riwayat duel ikut menjaga tensi pertandingan
Pertemuan pertama kedua tim di Premier League musim ini berakhir imbang setelah gol Erling Haaland dibalas Gabriel Martinelli. City juga sempat mengalahkan Arsenal 2-0 pada final Piala Liga Inggris bulan lalu.
Arsenal sendiri punya catatan yang cukup baik dalam beberapa pertemuan terakhir di liga. Mereka tidak kalah dalam lima duel terakhir melawan City di Premier League, dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang, sekaligus memutus rangkaian 12 kekalahan beruntun yang sebelumnya pernah mereka alami.
Meski begitu, Etihad tetap menjadi tantangan berat bagi Arsenal karena kemenangan terakhir mereka di stadion itu terjadi pada 2015. Musim lalu, duel di tempat yang sama bahkan berakhir 2-2 setelah John Stones mencetak gol penyeimbang pada menit ke-98.
