ETrade Pasang Tarif Kripto Lebih Rendah, Morgan Stanley Mulai Menggerus Pesaing Coinbase

Author: Redaksi Android62

Morgan Stanley kini menempatkan diri sebagai pesaing langsung dalam akses perdagangan kripto ritel lewat ETrade. Tarif yang ditawarkan ada di level 50 basis poin per transaksi, lebih rendah daripada Coinbase, Robinhood, dan Charles Schwab.

Langkah ini menjadi penting karena bank tersebut tidak sekadar membuka akses ke aset digital. Morgan Stanley juga membawa basis 8,6 juta nasabah ETrade ke jalur perdagangan yang sama, sehingga tekanan ke pasar ritel terasa jauh lebih besar.

Tarif yang ditekan di titik paling sensitif

Di pasar yang sangat peka terhadap biaya, selisih harga sering menjadi penentu utama. Robinhood biasanya mengenakan spread 35 hingga 95 basis poin, Coinbase sekitar 60 basis poin, dan Schwab 75 basis poin.

Dengan tarif 50 basis poin, Morgan Stanley masuk ke posisi yang agresif. Strategi ini membuat ETrade tampil sebagai saluran baru yang langsung menantang pemain lama di sisi biaya transaksi.

Aset awal dan dukungan infrastruktur

Untuk tahap awal, penawaran spot crypto melalui ETrade dimulai dengan Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Ketiga aset itu juga muncul dalam pengajuan ETF milik perusahaan, sehingga jalur distribusinya terlihat makin langsung.

Peluncuran ini masih berlangsung dalam pilot untuk kelompok pengguna terbatas. Akses penuh untuk seluruh klien ETrade dijadwalkan menyusul nanti tahun ini.

Infrastruktur transaksi untuk layanan ini ditopang oleh Zerohash. Morgan Stanley telah menandatangani mitra tersebut pada September sebagai bagian dari pengembangan layanan aset digitalnya.

Tekanan baru bagi model bisnis Coinbase

Bagi Coinbase, ancaman utama bukan hanya harga yang lebih rendah. Jika bank besar seperti Morgan Stanley menyediakan akses spot crypto langsung di platform pialang, peran Coinbase sebagai pintu masuk ritel bisa menyempit.

Jed Finn, kepala wealth management Morgan Stanley, menggambarkan langkah itu sebagai upaya “disintermediating the disintermediators.” Pesan yang muncul dari strategi ini jelas: Morgan Stanley tidak hadir sekadar untuk melengkapi ekosistem lama, tetapi mengambil peran yang sebelumnya diisi platform kripto.

Eric Balchunas dari Bloomberg menilai langkah tersebut sebagai pengingat bahwa keuangan tradisional tidak bisa diremehkan. Ia juga menyebut bursa kripto perlu waspada karena kompresi biaya bisa terus berlanjut sampai perdagangan kripto langsung menjadi sangat murah di banyak tempat.

Pasar ikut mencatat responsnya

Di saat kabar ini muncul, aset kripto utama justru bergerak turun 2% hingga 4%. Bitcoin berada di sekitar $80.9k, Ethereum turun 4% ke $2,330, dan Solana datar di $89.

Pada waktu yang sama, harga minyak turun 1% ke $92 dan saham berjangka dibuka datar sebelum pasar. Meski begitu, beberapa token bergerak melawan arah pasar, dengan VVV naik 11%, ICP naik 10%, dan TON naik 9%.

Skala Morgan Stanley membuat peluncuran ini lebih besar dari sekadar tambahan produk baru. Jika akses spot crypto benar-benar dibuka untuk seluruh klien ETrade nanti tahun ini, tekanan terhadap bursa kripto bisa terasa semakin nyata.

Berita Terbaru