Fadi Alaydrus mengakui masih menyimpan rasa gugup meski serial Samuel sudah tayang dan mulai ramai diperbincangkan. Pemeran Samuel Erlangga itu bahkan belum berani menonton episode kedua karena memilih menunggu momen yang lebih tenang dan ingin menyaksikannya bersama teman.
Beban terbesar, menurut Fadi, datang dari ekspektasi pembaca novel Wattpad yang lebih dulu mengenal karakter Samuel lewat versi tulisan. Sejak serial ini diumumkan dalam acara WeTV, respons publik sudah terasa kuat karena banyak penonton memiliki bayangan masing-masing tentang tokoh utama tersebut.
Peran yang membawa tekanan lebih besar
Fadi menilai Samuel Erlangga menjadi salah satu peran paling menantang dalam perjalanan kariernya sejauh ini. Tekanan itu semakin terasa karena judul serial memakai nama tokohnya, sehingga perhatian penonton tertuju langsung pada kualitas penampilan pemeran utama.
Ia menyebut ada rasa deg-degan yang belum hilang meski episode perdana telah dirilis. “Masih ada deg-degan sih kalau aku ya. Karena episode dua aku belum berani nonton, aku nunggu teman buat nonton bareng,” ujar Fadi saat ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.
Adaptasi tetap menjaga garis besar cerita
Serial Samuel diangkat dari novel Wattpad populer karya Ita Krn yang sudah dibaca lebih dari 21,7 juta kali. Dalam proses adaptasi, tim produksi tidak menyalin cerita secara mentah, tetapi tetap mempertahankan garis besar dan ruh utamanya.
Fadi menjelaskan bahwa perubahan dilakukan agar cerita terasa lebih dekat dengan realitas. Ia menegaskan alur di layar dan versi Wattpad memang tidak sepenuhnya sama, namun benang merahnya masih dijaga.
“Enggak semuanya sama, tapi kita tarik garis benang yang lurus itu sama semua,” kata Fadi. Ia menambahkan bahwa ada penyesuaian supaya cerita lebih relevan ketika divisualkan ke dunia nyata.
Respons awal penonton memberi ruang lega
Di tengah rasa cemas, Fadi melihat sambutan awal penonton cukup menggembirakan. Percakapan tentang serial ini mulai ramai di media sosial sejak episode pertama tayang, dan respons yang muncul dinilai positif.
Hal serupa juga dirasakan Emyr Razan, pemeran Rascal yang menjadi rival Samuel dalam cerita. Ia mengatakan komentar yang ia baca di media sosial cenderung baik dan memperlihatkan bahwa karakter-karakter dalam serial ini berhasil menarik perhatian penonton.
“Yang aku lihat di sosmed, semuanya responsnya lumayan positif sih kayak sesuai ekspektasi lah,” ujar Emyr.
Rascal dan tantangan menjadi antagonis yang disukai
Bagi Emyr Razan, tantangan terbesar justru datang dari karakter Rascal yang antagonis. Ia harus mencari cara agar tokoh itu tidak hanya dipandang sebagai lawan, tetapi juga tetap memiliki sisi yang bisa diterima penonton.
Emyr berharap penonton tidak berhenti pada label antagonis semata. Ia ingin karakter Rascal dipahami lewat latar belakang yang melekat pada tokoh tersebut.
“Aku sekarang mau berpikir untuk gimana caranya jadi antagonis yang disenangi banyak orang. Antagonis tapi dicintai,” tuturnya.
Cut Tari yakin Fadi paling cocok memerankan Samuel
Cut Tari, yang memerankan Kiara, ibu Samuel, sejak awal merasa yakin dengan pilihan Fadi sebagai pemeran utama. Menurut dia, karakter Samuel sudah tampak kuat pada diri Fadi, baik dari sisi peran maupun penampilan.
“Aku ngerasa dari segi karakter dan juga menurut aku fisik itu semua ada di Fadi. Dan bahkan aku sempat mikir kalau bukan Samuel, bukan Fadi, siapa ya yang cocok? Aku enggak nemu,” kata Cut Tari.
Ia juga menilai peran Kiara membawa pesan yang dekat dengan banyak keluarga. Melalui karakternya, Cut Tari ingin menampilkan pentingnya sosok ibu sebagai tempat pulang yang aman bagi anak remaja.
Syuting hangat di balik cerita penuh konflik
Meski serial ini mengangkat konflik emosional dan dinamika keluarga, suasana kerja di lokasi syuting justru disebut hangat. Cut Tari mengaku tidak kesulitan membangun kedekatan dengan para pemain muda yang sebagian besar berasal dari generasi berbeda.
“Mereka benar-benar disiplin dan punya energi positif. Enggak ada yang nyebelin atau negatif. Itu bikin suasana kerja nyaman banget,” ujarnya.
Fadi juga merasakan chemistry dengan Cut Tari selama proses syuting. Ia mengenang momen sederhana saat membagikan cokelat kepada para pemain ketika masa reading sebagai cara mencairkan suasana sebelum pengambilan gambar dimulai.
Serial Samuel merupakan produksi original WeTV Indonesia dan MD Entertainment yang diarahkan Asep Kusdinar dengan produser Febriamy Hutapea bersama tim MD Entertainment. Ceritanya mengikuti Samuel Erlangga, remaja populer sekaligus pemimpin geng motor, yang hidupnya berubah setelah kehadiran Azura, gadis yang masuk ke keluarganya akibat tragedi dan wasiat lama.
Selain Fadi Alaydrus, serial ini juga dibintangi Saskia Chadwick, Cut Tari, Emyr Razan, Endy Arfian, Rafly Altama, Andy William, Yusuf Kartiko, Azela Putri, Dimas Putra, dan Indra Brasco. Perhatian publik terus mengalir sejak penayangan episode awal.
