Xiaomi pada Juni 2026 menawarkan rentang perangkat yang sangat lebar, dari Poco C81 Pro yang harganya mulai Rp1,9 jutaan hingga Xiaomi 17 Ultra yang membawa kamera periskop ultra telefoto 200 MP. Perbedaan kelas itu membuat lini terbaru perusahaan ini menarik karena setiap model menyasar kebutuhan yang sangat berbeda.
Di kelas paling tinggi, sorotan terbesar jatuh pada Xiaomi 17 Ultra. Perangkat ini diposisikan sebagai andalan fotografi dengan dukungan teknologi kamera hasil kolaborasi Leica, terutama melalui periskop ultra telefoto 200 MP untuk foto jarak jauh yang lebih detail.
Flagship dengan fokus kamera dan daya tahan
Xiaomi 17 Ultra juga mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk kebutuhan berat seperti gaming dan pekerjaan profesional. Layar LTPO AMOLED 6,9 inci yang dipadukan dengan Xiaomi Shield Glass membuatnya dipasarkan sebagai opsi premium yang mengutamakan ketahanan dan kualitas visual.
Masih di kelompok premium, Xiaomi 17T Pro hadir untuk pengguna yang membutuhkan kamera serius sekaligus baterai besar. Kamera utamanya beresolusi 50 MP dengan OIS, lalu didukung kamera periskop 50 MP yang mampu melakukan optical zoom hingga 5 kali dan tetap membawa OIS.
Bekal paling menonjol dari model ini ada pada baterai silikon karbon 7.000 mAh. Layarnya memakai panel AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate hingga 144Hz, sehingga posisi Xiaomi 17T Pro terasa kuat untuk pengguna aktif yang kerap berpindah antara foto, hiburan, dan kerja ringan.
Opsi flagship lain yang lebih seimbang
Xiaomi 17 menempati posisi menarik bagi pengguna yang mengejar performa tinggi tanpa naik ke level Ultra. Smartphone ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang ditujukan untuk multitasking berat, editing video, dan gaming dengan pengaturan grafis tinggi.
Perangkat ini membawa baterai silikon karbon 6.330 mAh dengan dukungan HyperCharge 100 watt. Layarnya berukuran 6,3 inci dengan panel LTPO dan refresh rate adaptif 1Hz sampai 120Hz, sementara harga jualnya berada di kisaran Rp15,9 jutaan.
Xiaomi 17T menjadi alternatif di bawah versi Pro dengan pendekatan yang lebih praktis. Baterainya 6.500 mAh dan diklaim mampu bertahan hingga dua hari dalam pemakaian normal, sedangkan layar 6,59 inci membuat bodinya lebih nyaman digunakan dengan satu tangan.
Di sektor kamera, Xiaomi 17T tetap membawa lensa periskop dengan optical zoom 5x dan OIS. Dengan harga sekitar Rp9,9 jutaan, model ini mengisi celah antara kelas menengah atas dan segmen premium yang tetap memprioritaskan kamera dan daya tahan.
Pilihan termurah tetap punya alasan kuat
Pada sisi paling terjangkau, Poco C81 Pro menjadi perangkat yang penting untuk pasar luas. Ponsel entry-level ini mengusung layar 6,9 inci, chipset Unisoc T7250, RAM 4 GB, serta baterai 6.000 mAh untuk aktivitas harian seperti media sosial, browsing, dan streaming.
Dengan harga mulai Rp1,9 jutaan, Poco C81 Pro jelas menyasar pengguna yang mencari spesifikasi esensial tanpa biaya tinggi. Kehadirannya menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya memperluas persaingan di kelas flagship, tetapi juga menjaga daya tarik di segmen murah yang paling sensitif terhadap harga.
Perbandingan singkat 5 model Xiaomi Juni 2026
| Model | Sorotan utama | Harga |
|---|---|---|
| Poco C81 Pro | Layar 6,9 inci, Unisoc T7250, RAM 4 GB, baterai 6.000 mAh | Mulai Rp1,9 jutaan |
| Xiaomi 17T | Baterai 6.500 mAh, layar 6,59 inci, kamera periskop 5x OIS | Sekitar Rp9,9 jutaan |
| Xiaomi 17 | Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai 6.330 mAh, HyperCharge 100 watt | Sekitar Rp15,9 jutaan |
| Xiaomi 17 Ultra | Kamera periskop ultra telefoto 200 MP, layar LTPO AMOLED 6,9 inci | Mulai Rp22,9 jutaan |
| Xiaomi 17T Pro | Kamera utama 50 MP OIS, periskop 50 MP 5x OIS, baterai 7.000 mAh | Tidak disebutkan |
Rangkaian ini memperlihatkan strategi Xiaomi yang agresif di berbagai lapisan pasar pada Juni 2026. Dari Poco C81 Pro hingga Xiaomi 17 Ultra, pengguna kini dapat memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan kamera, performa, atau daya tahan baterai.
