Usai Hampir Setahun Menanti, Fajar/Fikri Taklukkan Ganda Putra Nomor Satu Dunia

Author: Redaksi Android62

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengakhiri penantian gelar hampir satu tahun dengan kemenangan penting di Japan Open 2026. Pasangan ganda putra Indonesia itu menundukkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, pada laga final.

Kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-17 itu diraih di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu, 19 Juli. Hasil tersebut sekaligus menandai trofi pertama Fajar/Fikri pada musim 2026.

Pertandingan Hasil Lokasi
Final Japan Open 2026 Fajar/Fikri menang 21-19, 21-17 Tokyo Metropolitan Gymnasium
Lawan Kim Won Ho/Seo Seung Jae Pasangan nomor satu dunia

Keberhasilan itu terasa khusus bagi Fajar karena menjadi gelar pertamanya setelah menikah. Pebulu tangkis berusia 31 tahun tersebut mempersembahkan trofi Japan Open bagi istrinya.

“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” ujar Fajar. Ia juga menyampaikan rasa syukur setelah pasangan ini kembali naik ke podium tertinggi.

“Alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025,” kata Fajar.

Disiplin Menembus Pertahanan Lawan

Tantangan besar dalam final datang dari kualitas pertahanan Kim/Seo. Menurut laporan VIVA, pasangan Korea Selatan itu dikenal mampu mengembalikan bola-bola sulit dan membalikkan situasi permainan.

Fajar menilai kedisiplinan dalam menjalankan strategi menjadi faktor penting untuk mengatasi karakter permainan lawan. Ia mengatakan pasangan Indonesia mampu mengantisipasi kelebihan Kim/Seo sepanjang pertandingan.

“Kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan. Pertahanan mereka luar biasa, tetapi kali ini kami bisa mengantisipasinya dan lebih disiplin menjalankan strategi,” tutur Fajar.

Fikri menilai kekompakan menjadi unsur lain yang menjaga permainan mereka tetap stabil di final. Komunikasi bersama pasangan dan tim pelatih berjalan baik sejak awal pertandingan hingga laga berakhir.

“Mereka bukan lawan yang mudah. Mereka bermain sangat baik, tetapi kami bisa tampil lebih solid dan menjalankan strategi dengan tepat,” ujar Fikri.

Buah Kesabaran Setelah China Open

Japan Open menjadi gelar pertama yang diraih Fajar/Fikri sejak menjuarai China Open 2025. Jarak waktu hampir satu tahun tanpa trofi membuat kemenangan di Tokyo memiliki arti besar bagi keduanya.

Fikri menyebut pencapaian tersebut sebagai buah dari proses dan kesabaran yang dijalani bersama. Ia mempersembahkan gelar itu untuk dirinya, keluarga, orang-orang terdekat, serta para pendukung.

“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga, orang-orang yang saya cintai, dan seluruh suporter yang selalu mendukung serta mendoakan kami,” kata Fikri.

Hasil di Tokyo memberi Fajar/Fikri modal untuk melanjutkan musim 2026. Fajar berharap gelar ini dapat menjadi awal kebangkitan pasangan tersebut dalam mengejar pencapaian berikutnya.

“Semoga ini menjadi awal kebangkitan kami untuk meraih gelar-gelar berikutnya,” kata Fajar. Kemenangan atas pasangan terbaik dunia memperlihatkan keberhasilan mereka menerapkan rencana permainan pada momen penentuan.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru