BRIS Melonjak 9,77%, Laba Rp2,2 Triliun dan Dana Asing Mengerek Optimisme

Author: Redaksi Android62

Saham BRIS melonjak 9,77% atau 170 poin menjadi Rp1.910 pada perdagangan terakhir pekan lalu. Penguatan itu menjadikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. sebagai saham perbankan dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan tersebut.

Lonjakan harga terjadi di tengah masuknya pembelian bersih investor asing senilai Rp1,22 triliun di seluruh pasar pada Kamis (16/7). Sektor perbankan menjadi salah satu tujuan aliran dana itu, sehingga sentimen terhadap emiten keuangan ikut menguat.

Aktivitas transaksi BRIS juga menunjukkan minat pasar yang besar. Volume perdagangan mencapai 64,8 juta saham dengan nilai transaksi Rp116,6 miliar dan frekuensi 15.134 kali.

Permintaan beli terlihat lebih tebal pada penutupan perdagangan. Antrean beli di harga Rp1.910 mencapai 21.281 lot, sedangkan antrean jual di Rp1.915 tercatat 6.062 lot.

Kinerja Kuartal Pertama Menguat

Penguatan saham datang bersamaan dengan pertumbuhan laba Bank Syariah Indonesia pada kuartal I/2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, naik 17,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pembiayaan, perbaikan margin, dan penurunan beban provisi menjadi penopang utama kenaikan laba tersebut. Dana murah atau CASA yang tumbuh juga memberi dukungan terhadap struktur pendanaan perseroan.

Indikator Kuartal I/2026 Perubahan
Laba bersih Rp2,2 triliun Naik 17,1% tahunan
Pembiayaan Naik 14,4% tahunan
Margin bunga bersih 5,6% Dari 5,3%
Beban provisi Turun 6,8% tahunan
Dana murah CASA Naik 21,4% tahunan

Pembiayaan Bank Syariah Indonesia tumbuh 14,4% secara tahunan pada kuartal pertama. Margin bunga bersih meningkat menjadi 5,6% dari sebelumnya 5,3%.

Beban provisi turun 6,8% secara tahunan, sehingga memberi ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan profitabilitas. Pada sisi pendanaan, CASA naik 21,4% dengan tabungan tumbuh 20% dan giro meningkat 24%.

Haji dan Emas Menambah Ruang Pertumbuhan

Prospek perseroan juga didukung perkembangan ekosistem bisnis di segmen haji dan emas. Ciptadana Sekuritas Asia menilai kedua segmen tersebut dapat memperkuat peluang pertumbuhan Bank Syariah Indonesia.

Jumlah nasabah haji BSI meningkat 20% secara tahunan menjadi 6,7 juta nasabah. Jumlah nasabah emas tumbuh lebih cepat, yakni 46% menjadi 762.000 nasabah.

Dengan mempertimbangkan kinerja dan perkembangan ekosistem tersebut, Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rekomendasi beli untuk BRIS. Target harga yang dipasang analis berada di Rp2.900 per saham.

Risiko Masih Perlu Dicermati

Investor Relation BSI Rizky Budinanda mengingatkan bahwa kenaikan tajam tidak menghapus konteks koreksi harga yang terjadi dalam setahun terakhir. Menurut dia, penguatan saham perlu dilihat sebagai bagian dari tren pemulihan.

“Meski mencatat lonjakan tajam hari ini, perlu dicatat bahwa saham BRIS masih berada dalam tren pemulihan setelah mengalami koreksi signifikan dalam setahun terakhir,” ujar Rizky dalam keterangan resmi yang dikutip Finansial Bisnis.

Rizky juga menyoroti tekanan biaya dana yang berpotensi memengaruhi kinerja ke depan. Potensi dilusi akibat kewajiban pemenuhan ketentuan batas minimum saham beredar bebas turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru