Ferrari Luce Dibanderol Rp 11 Miliar, Langkah Awal Mobil Listriknya Langsung Menuai Protes

Ferrari membuka pesanan untuk Luce dengan banderol sekitar USD 450.000 atau setara Rp 11 miliar. Pengiriman untuk pasar Eropa dijadwalkan dimulai pada akhir 2026, lalu menyusul untuk konsumen di luar Eropa pada awal 2027.

Langkah itu datang bersamaan dengan reaksi keras dari sebagian pecinta Ferrari. Kehadiran mobil listrik pertama Ferrari dianggap terlalu jauh dari identitas tradisional merek kuda jingkrak, sehingga peluncurannya langsung memicu perdebatan dan membuat saham perusahaan tergelincir 7 persen sehari setelah debutnya.

Di sisi desain, Luce memang membawa arah yang berbeda dari Ferrari yang selama ini identik dengan garis tajam dan karakter mesin yang emosional. Mobil ini tampil lebih halus dan minimalis, mengikuti bahasa desain mobil listrik masa kini yang jauh lebih tenang dibanding model-model Ferrari pada umumnya.

Ferrari menggarap Luce bersama Ferrari Design Studio, Jony Ive, dan Marc Newson. Dua nama terakhir dikenal sebagai mantan desainer Apple, sehingga sentuhan visual dan kabin mobil ini ikut terasa kuat dan berbeda dari tradisi Ferrari sebelumnya.

Ferrari menyebut Luce sebagai upaya menghadirkan konsep baru pada sebuah Ferrari. Fokusnya bukan hanya pada tampilan luar, tetapi juga pada teknologi yang mendukung pengalaman berkendara di dalam kabin.

Secara teknis, Luce dibekali baterai 122 kWh dengan output tenaga 1.035 hp dan torsi puncak 990 Nm. Angka itu besar, tetapi catatan akselerasi 0–100 km/jam hanya 2,5 detik, yang disebut lebih lamban dibanding Tesla Model S Plaid di segmen mobil listrik berperforma tinggi.

Untuk jarak tempuh, baterai Luce diklaim mampu membawa mobil ini melaju sekitar 530 km. Angka itu masih berada di bawah Mercedes-Benz EQS 350 yang memakai baterai 99 kWh dan diklaim bisa mencapai hingga 600 km.

Kombinasi desain baru, performa yang belum paling unggul di kelasnya, dan identitas Ferrari yang berubah arah membuat sebagian penggemar tidak sepenuhnya puas. Tantangan itu menjadi semakin besar karena Ferrari kini masuk ke segmen mobil listrik yang sangat kompetitif.

Meski demikian, Benedetto Vigna selaku CEO Ferrari tetap percaya diri terhadap Luce. Ia menilai mobil ini sebagai babak baru bagi perusahaan sekaligus bentuk komitmen Ferrari untuk terus memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Vigna juga meyakini Luce masih akan menarik bagi konsumen setia Ferrari dan sekaligus membuka pintu untuk pembeli baru, terutama di pasar kendaraan listrik. Dengan harga tinggi, spesifikasi besar, dan desain yang memecah opini, Luce kini menjadi salah satu langkah paling berani Ferrari dalam memasuki era listrik.

Source: otomotif.katadata.co.id

Berita Terkait