Ferrari menempatkan Luce sebagai langkah paling berani dalam sejarahnya karena model ini menjadi mobil listrik murni pertama yang lahir dari Maranello. Kehadiran Luce langsung mengubah pakem lama Kuda Jingkrak, tetapi Ferrari tetap menaruh perhatian besar pada satu hal yang selama ini menjadi identitasnya: sensasi berkendara.
Mobil ini juga menunjukkan bahwa Ferrari tidak ingin sekadar mengejar status nol emisi. Pabrikan asal Italia itu berusaha menjaga emosi, karakter, dan performa agar tetap terasa, meski sumber tenaganya kini sepenuhnya listrik.
Performa besar dari empat motor listrik
Di balik pendekatan yang lebih ramah lingkungan, Luce membawa spesifikasi yang sangat agresif untuk ukuran grand tourer listrik. Mobil ini memakai empat motor listrik independen, masing-masing ditempatkan di setiap roda.
Arsitektur quad-motor tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.035 dk dan torsi puncak 990 Nm. Meski angka itu belum terverifikasi langsung oleh Ferrari, data tersebut memperlihatkan arah pengembangan yang serius.
Dengan bantuan sistem manajemen traksi canggih, Luce diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 2,5 detik. Kecepatan puncaknya dibatasi secara elektronik pada 310 km/jam.
Tetap emosional meski tanpa mesin pembakaran
Ferrari juga berupaya menjawab salah satu kritik paling umum terhadap mobil listrik, yaitu karakter suara yang terlalu senyap. Luce disebut memakai teknologi umpan balik suara elektro-mekanis eksklusif yang dirancang menyerupai getaran gitar listrik.
Pendekatan ini penting karena Ferrari ingin mempertahankan hubungan emosional antara pengemudi dan mobil. Di era listrik, tantangan terbesar bukan hanya mengganti mesin pembakaran dengan motor listrik, melainkan menjaga sensasi yang selama ini membuat mobil Ferrari terasa istimewa.
Lebih praktis untuk perjalanan jauh
Berbeda dari Ferrari pada umumnya, Luce hadir dengan format bodi empat pintu. Mobil ini juga memakai mekanisme coach doors atau suicide door, serta mampu menampung 4 sampai 5 penumpang.
Konfigurasi tersebut membuat Luce lebih praktis tanpa meninggalkan karakter grand tourer. Ruang bagasinya bahkan disebut mencapai 600 liter, sehingga mobil ini tidak hanya diarahkan sebagai kendaraan performa tinggi, tetapi juga sebagai listrik mewah yang cocok untuk perjalanan jauh.
Arsitektur listrik dan jarak tempuh
Untuk mendukung penggunaan harian dan perjalanan panjang, Luce dibangun dengan arsitektur kelistrikan 800V. Sistem ini mendukung pengisian daya ultra-cepat hingga 350 kW.
Paket baterainya memiliki kapasitas kotor 122 kWh. Dengan bekal itu, Luce disebut sanggup menempuh jarak hingga 530 kilometer berdasarkan siklus pengujian WLTP.
Ferrari juga menempatkan baterai rendah agar pusat gravitasi turun. Keputusan ini penting untuk menjaga stabilitas dan handling, terutama pada mobil dengan tenaga sebesar ini.
Desain futuristik dan sentuhan in-house
Dari sisi tampilan, Luce dikembangkan oleh Centro Stile Ferrari dengan pendekatan futuristik. Eksteriornya dibuat sangat aerodinamis dan memiliki koefisien seret rendah untuk membantu efisiensi sekaligus performa.
Proporsi visualnya dibuat dramatis lewat penggunaan pelek 23 inci di depan dan 24 inci di belakang. Ferrari juga memasangkan ban performa tinggi Pirelli P ZERO untuk memperkuat fokus pada cengkeraman dan respons berkendara.
Di bagian interior, suasana dibuat lebih senyap, tetapi Ferrari tetap mempertahankan orientasi pengemudi. Salah satu contohnya adalah penggunaan tombol fisik bergaya analog di kokpit.
Pabrikan ini juga menegaskan banyak komponen penting dikembangkan secara mandiri. Pendekatan in-house itu mencakup berbagai elemen, termasuk suspensi aktif peredam getaran, agar karakter berkendara tetap terasa khas Ferrari meski mobil ini sudah sepenuhnya listrik.
Di pasar Eropa, Luce disebut dibanderol mulai 550.000 Euro dan diproduksi secara terbatas. Harga serta produksi yang dibatasi itu menjaga citra ultra-mewah yang selama ini melekat pada merek Kuda Jingkrak.
Source: kabaroto.com