Traga dan ELF Keluar Tiap 7 Menit, GIGA Menempuh Ritme Produksi 40 Menit

Author: Redaksi Android62

Satu unit Isuzu ELF maupun Isuzu Traga dapat keluar dari lini produksi di Isuzu Karawang Plant setiap tujuh menit. Ritme tersebut jauh lebih cepat dibandingkan Isuzu GIGA yang membutuhkan sekitar 40 menit untuk menghasilkan satu unit.

Perbedaan waktu itu menunjukkan bahwa satu pabrik dapat menjalankan kecepatan perakitan yang sangat berbeda untuk tiap model kendaraan niaga. Ukuran kendaraan dan tingkat kerumitan spesifikasi menjadi faktor yang membedakan ritme produksi tersebut.

Model Waktu Produksi Hasil Lini
Isuzu GIGA 40 menit Satu unit setiap 40 menit
Isuzu ELF 7 menit Satu unit setiap 7 menit
Isuzu Traga 7 menit Satu unit setiap 7 menit

Engineering and Production Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rodko Purba, menyebut ukuran tersebut sebagai takt time. Istilah ini merujuk pada waktu yang diperlukan lini produksi sebelum kendaraan berikutnya selesai diproduksi.

Rodko menjelaskan pola dasar pengerjaan GIGA, ELF, dan Traga pada dasarnya serupa. Namun, kebutuhan tiap model membuat durasi perakitannya tidak dapat disamakan.

“Nah prosesnya itu, kalau Giga itu ada namanya takt time. Takt time itu kalau di Giga sehari ini 40 menit. Artinya setiap 40 menit keluar satu unit,” ujar Rodko.

Lini ELF dan Traga bergerak dengan siklus yang lebih singkat. “Kalau ELF sama Traga, tujuh menit. Artinya setiap tujuh menit keluar satu kendaraan,” kata Rodko.

Pasokan Material Menopang Ritme Perakitan

Kecepatan lini produksi tidak hanya ditentukan oleh aktivitas di area perakitan. Pabrik juga harus menjaga ketersediaan komponen agar setiap tahapan kerja dapat berlangsung tanpa menghambat aliran produksi.

Komponen kendaraan di Karawang berasal dari skema completely knocked down atau CKD dari luar negeri dan pemasok lokal. CKD Isuzu didatangkan dari Thailand, Jepang, serta Filipina.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia bekerja sama dengan 117 pemasok untuk memenuhi kebutuhan material pabrik. Jaringan tersebut menjadi bagian penting dari kelancaran produksi GIGA, ELF, dan Traga.

Perjalanan Kabin hingga Menyatu dengan Sasis

Setiap kendaraan melewati rangkaian proses yang melibatkan pekerjaan robotik dan tenaga manual. Tahap awal mencakup pengelasan panel bodi sebelum kabin bergerak ke proses pelapisan.

Kabin kemudian masuk ke tahap ED coating untuk memperoleh lapisan antikarat. Sesudah itu, kabin melewati oven pengeringan sebelum masuk ke proses pengecatan.

Komponen interior dipasang setelah tahapan pengecatan selesai dilakukan. Proses pemasangan bagian dalam kabin ini dikenal sebagai trimming.

Tahap berikutnya adalah docking, yakni saat kabin dipertemukan dengan sasis kendaraan. Dari rangkaian tersebut, keluarnya ELF atau Traga setiap tujuh menit merupakan hasil koordinasi proses yang berjalan berkesinambungan.

Laporan Suara.com mencatat alur dasar tersebut juga diterapkan untuk GIGA. Bedanya, dimensi dan spesifikasi truk tersebut membuat waktu yang dibutuhkan lini produksi menjadi lebih panjang.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru