Firefox di Android kini menawarkan cara baru untuk merangkum halaman web tanpa perlu membuka menu browser lebih dulu. Pengguna cukup mengguncang ponsel, lalu browser akan mencoba menyusun ringkasan dari halaman yang sedang dibuka.
Fitur ini menjadi menarik karena menggabungkan gestur fisik dengan ringkasan berbasis AI. Mozilla menempatkannya sebagai jalan pintas yang praktis bagi pembaca mobile, terutama saat membuka artikel panjang di layar ponsel.
Fokus pada artikel panjang
Firefox menyebut fitur ini paling cocok dipakai pada halaman artikel. Untuk hasil terbaik, batas yang disebut adalah artikel dengan panjang 5.000 kata atau kurang.
Dengan pendekatan itu, pengguna bisa menangkap inti bacaan lebih cepat ketika sedang berpindah-pindah halaman. Pengalaman membaca di layar kecil pun dibuat lebih ringkas tanpa harus mencari tombol khusus di dalam menu.
Peluncuran di Android dilakukan bertahap
Fitur yang disebut “Shake to Summarize” ini sebelumnya sudah lebih dulu hadir di iPhone sejak tahun lalu. Kini, kemampuan serupa mulai tersedia untuk pengguna Android.
PiunikaWeb mencatat fitur tersebut sudah aktif bersama Firefox 152 pada 16 Juni. Meski begitu, ketersediaannya belum merata dan tampak masih berlangsung bertahap pada sejumlah perangkat.
Di beberapa perangkat, antarmuka fiturnya sudah muncul, tetapi proses ringkasan belum selalu berjalan mulus. Ada kasus ketika perangkat berhasil mendeteksi guncangan, lalu mencoba merangkum halaman, namun berakhir dengan pesan, “Can’t summarize right now. Try again later.”
Pesan itu tetap muncul meski aplikasi sudah dihentikan paksa dan perangkat sudah dimulai ulang. Kondisi tersebut menunjukkan implementasinya masih belum sepenuhnya stabil di semua perangkat yang sudah menerima tampilan fiturnya.
Masih ada cara lain untuk merangkum
Firefox tidak mewajibkan pengguna memakai gestur guncangan untuk mengakses ringkasan. Pengguna tetap bisa masuk ke menu browser lalu mengetuk opsi “Summarize page”.
Opsi ini memberi alternatif bagi pengguna yang lebih nyaman menggunakan kontrol sentuh dibanding gerakan perangkat. Mozilla juga menyiapkan pengaturan khusus agar fitur guncangan bisa dimatikan bila dianggap terlalu mudah terpicu.
Pengaturan tersebut tersedia di tab “Page summaries”. Dari sana, pengguna dapat menonaktifkan “Shake to Summarize” tanpa harus mematikan kemampuan ringkasan halaman secara keseluruhan.
AI di balik ringkasan berbeda di tiap platform
Di iPhone, implementasi awal fitur ini berjalan lewat Apple Intelligence. Sementara itu, untuk perangkat lain yang kini mencakup Android, proses ringkasannya ditangani oleh AI berbasis cloud milik Mozilla.
Mozilla menjalankan sistem itu dengan Mistral-Small. Artinya, saat pengguna meminta ringkasan halaman di Android, prosesnya tidak bergantung pada Apple Intelligence seperti di iOS.
Perbedaan fondasi teknologi ini memperlihatkan bagaimana Firefox menyesuaikan fitur yang sama untuk platform yang berbeda. Namun, tujuan akhirnya tetap serupa, yaitu mempersingkat isi halaman agar lebih cepat dipahami pengguna.
Kehadiran “Shake to Summarize” menambah alat bantu baca yang langsung terintegrasi di browser. Bagi pengguna Android, ringkasan cepat kini bisa dipicu dengan dua cara, lewat guncangan ponsel atau melalui opsi “Summarize page” di menu Firefox.
Source: www.androidpolice.com






