Kecepatan puncak 105 km/jam menjadi salah satu angka paling menonjol dari Kawasaki Ninja e-1, terutama karena capaian itu hadir lewat fitur E-Boost yang hanya aktif selama 15 detik. Dalam wujud motor listrik sport, model ini tetap membawa identitas Ninja yang agresif, tetapi dikemas untuk kebutuhan mobilitas perkotaan modern.
Di situs resmi Kawasaki Indonesia, Ninja e-1 model tahun 2026 tercatat dijual Rp 150.600.000 OTR Jakarta. Harga tersebut disebut bisa berubah mengikuti kebijakan dealer dan wilayah, sehingga posisinya jelas berada di kelas premium untuk sebuah motor listrik berfairing.
Tenaga listrik yang terasa instan
Kawasaki membekali Ninja e-1 dengan motor listrik brushless berjenis air-cooled, Interior Permanent Magnet Synchronous Motor. Tenaga maksimumnya mencapai 9,0 kW atau setara 12 PS pada 2.600 sampai 4.000 rpm, sementara torsi puncaknya 40,5 Nm sudah tersedia dari 0 sampai 1.600 rpm.
Karakter seperti ini cocok untuk pemakaian harian di kota karena respons awal terasa cepat saat stop and go. Saat berangkat dari lampu merah atau melakukan manuver di kecepatan menengah, tenaga instan dari motor listrik memberi rasa berkendara yang berbeda dari motor sport bermesin bensin.
Motor ini juga menyediakan dua mode berkendara utama. Mode ROAD membatasi kecepatan puncak sekitar 88 km/jam, sedangkan mode ECO berada di sekitar 64 km/jam untuk efisiensi daya.
E-Boost jadi pembeda utama
Fitur E-Boost menjadi daya tarik yang paling mudah dikenali pada Ninja e-1. Saat fitur ini aktif, motor mendapat tambahan tenaga selama 15 detik dan kecepatan puncaknya dapat naik hingga 105 km/jam.
Dengan tambahan tersebut, Ninja e-1 tidak hanya mengandalkan karakter hemat dan praktis, tetapi juga punya dorongan ekstra ketika dibutuhkan. Bagi motor listrik sport di kelasnya, angka itu memberi identitas yang lebih tegas di tengah kebutuhan berkendara perkotaan.
Baterai bisa dilepas dan pengisian fleksibel
Sumber tenaganya memakai dua baterai lithium-ion yang masing-masing berbobot 11,5 kg. Keduanya dapat dilepas-pasang, sehingga pengisian daya tidak selalu harus dilakukan saat baterai masih terpasang di motor.
Kawasaki menyebut baterai bisa diisi langsung di motor atau saat dilepas. Setiap baterai memiliki kapasitas 50.4 V / 30 Ah, dan waktu pengisian dari 0 persen sampai 100 persen sekitar 3,7 jam per baterai.
Dalam metode WMTC Class 1, jarak tempuhnya sekitar 72 km. Angka ini menegaskan bahwa Ninja e-1 lebih diarahkan untuk kebutuhan komuter harian ketimbang perjalanan jarak jauh.
Rancangannya tetap sporty, tetapi lebih ramah kota
Secara tampilan, Ninja e-1 masih mempertahankan siluet motor sport full fairing. Kawasaki memberi kombinasi warna Metallic Bright Silver dan Matte Lime Green agar tampilannya terasa lebih futuristik sekaligus tetap kuat membawa nama keluarga Ninja.
Rangka trellis baja berkekuatan tinggi membuat bobot totalnya hanya 140 kg, termasuk baterai. Tinggi jok 785 mm juga membantu motor ini tetap terasa cukup ramah bagi banyak pengendara, sementara posisi duduknya sporty tetapi tidak terlalu ekstrem untuk penggunaan harian.
Fitur praktis dan perangkat keselamatan
Untuk memudahkan manuver, Ninja e-1 dibekali Walk Mode with Reverse. Fitur ini membantu saat parkir atau memindahkan motor di area sempit, dengan kecepatan rendah 5 km/jam untuk maju dan 3 km/jam untuk mundur.
Panel instrumennya sudah memakai TFT color instrumentation dan mendukung konektivitas smartphone melalui aplikasi Rideology. Kawasaki juga menambahkan regenerative system yang mengubah energi saat deselerasi menjadi daya listrik untuk membantu mengisi ulang baterai ketika pengendara melepas gas.
Di sisi transmisi, motor ini memakai single reduction tanpa kopling sehingga pengoperasiannya terasa lebih sederhana. Untuk keamanan dan kaki-kaki, tersedia rem cakram depan dan belakang dengan ABS dual channel, serta ban ukuran 100/80-17 di depan dan 130/70-17 di belakang.
Dengan paket tersebut, Ninja e-1 hadir sebagai motor listrik sport yang menonjolkan desain, teknologi, dan kemudahan pakai dalam satu kemasan. Di tengah banderol Rp 150.600.000 OTR Jakarta, model ini tetap menjaga karakter Ninja sambil membawa pengalaman berkendara listrik yang lebih relevan untuk jalan perkotaan.
