Foolad Sirjan Melaju Tanpa Hambatan, Garuda Jaya Dipaksa Belajar Banyak Dari Kekalahan Telak

Author: Redaksi Android62

Kekalahan Jakarta Garuda Jaya dari Foolad Sirjan Iranian di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, menjadi penegas paling jelas bahwa wakil Iran itu memang berada satu tingkat di atas. Tim Indonesia harus pulang dari AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 setelah tak mampu merebut satu set pun dan kalah 0-3.

Hasil tersebut sekaligus memastikan Foolad menjadi tim terakhir yang mengamankan tiket semifinal. Di sisi lain, Garuda Jaya mendapat pelajaran keras tentang betapa besar tuntutan ketika menghadapi tim yang lebih matang dan lebih konsisten.

Foolad langsung memegang kendali

Sejak servis pertama, Foolad tidak memberi banyak ruang bagi Garuda Jaya untuk berkembang. Serangan mereka rapi, pertahanan mereka rapat, dan ritme permainan berjalan sesuai kendali tim Iran hampir sepanjang laga.

Set pertama menjadi gambaran paling awal dari jarak itu. Garuda Jaya terus tertinggal dalam membangun serangan, sementara Foolad menutup set pembuka dengan skor 25-14.

Situasi belum banyak berubah saat memasuki set kedua. Foolad justru tampil lebih leluasa mengatur tempo dan membuat lawan semakin sulit keluar dari tekanan.

Dua servis as dari Aleksandar Nikolov menjadi salah satu titik yang membuat Foolad menjauh jauh lebih cepat, tepatnya saat mereka unggul 12-3. Dari sana, Garuda Jaya belum menemukan cara yang efektif untuk memutus laju lawan.

Upaya rotasi belum mengubah keadaan

Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Ibarsyah, mencoba menghidupkan permainan di set ketiga dengan memasukkan Fauzan Nibras untuk menggantikan Timofei Sokolov di posisi outside hitter. Pergantian itu sempat memberi energi baru dan membuat permainan Garuda Jaya terlihat lebih hidup pada awal set.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Kesalahan sendiri kembali muncul, mulai dari servis yang eror, spike yang mudah dibaca dan diblok, sampai receive yang kurang maksimal.

Foolad memanfaatkan situasi itu tanpa banyak kesulitan. Mereka menjauh hingga 19-10 sebelum menutup set ketiga dengan skor 25-12 dan memastikan kemenangan tiga set langsung.

Skuad muda Garuda Jaya merasakan perbedaan pengalaman

Garuda Jaya menurunkan Lyvan Taboada sebagai setter, Putra dan Tedi Oka di posisi middle blocker, Dawuda Alaihimas Salam sebagai opposite hitter, serta Timofei Sokolov dan Haikal sebagai outside hitter. Raihan mengisi posisi libero, dengan komposisi yang masih dalam proses membangun chemistry.

Di kubu seberang, Foolad menampilkan nama-nama seperti Toukhteh, Poriya, Aleksandar Nikolov, A Ramezani, Haji, Mohammad, dan Marandi sebagai libero. Perbedaan pengalaman terlihat jelas, terutama saat tim harus mengambil keputusan di bawah tekanan.

Hal itu membuat Foolad mampu menjaga kontrol permainan dari awal sampai akhir. Garuda Jaya bukan hanya tertinggal dalam skor, tetapi juga dalam ketenangan ketika menghadapi lawan yang tampil lebih stabil.

Pelajaran penting untuk langkah berikutnya

Tedi Oka menilai duel melawan Foolad memberi manfaat besar bagi para pemain muda Jakarta Garuda Jaya. Ia menyebut pertandingan itu sebagai pengalaman berharga karena lawan yang dihadapi berisi pemain-pemain bintang.

“Seru karena pengalaman buat anak-anak juga, karena prioritas masih muda. Jadi buat pengalaman kita ke depannya,” ujar Tedi. Ia juga menegaskan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk pertandingan berikutnya.

Dari sisi lawan, Aleksandar Nikolov mengaku puas dengan hasil yang diraih Foolad. Kemenangan itu dinilainya penting karena memberi tim waktu istirahat lebih baik sebelum semifinal dan final.

“Kami senang bisa menang, jadi kami bisa beristirahat untuk semifinal dan final,” kata Nikolov. Ia menambahkan, Foolad kini mengalihkan fokus ke semifinal melawan wakil Jepang dan akan menyiapkan laga itu dengan kekuatan penuh karena tantangannya diperkirakan tidak ringan.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru