Pengendara yang menuju Kota Tua pada Rabu, 22 Juli 2026, perlu mengantisipasi perubahan arus kendaraan pada sore hingga malam hari. Rekayasa lalu lintas situasional diberlakukan pukul 15.00 WIB sampai 21.00 WIB di sejumlah ruas dekat Taman Fatahillah.
Selain memilih jalur pengganti, warga yang tetap berkegiatan di kawasan ini dapat menggunakan enam kantong parkir resmi. Lokasi parkir tersebar di beberapa titik untuk mendukung pengaturan mobilitas di sekitar Kota Tua.
Enam lokasi parkir yang disiapkan
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan titik parkir di area yang berbeda agar pengunjung tidak terpusat pada satu akses. Pengendara tetap disarankan memeriksa kondisi di lapangan sebelum memasuki kawasan wisata tersebut.
| No. | Lokasi Kantong Parkir |
|---|---|
| 1 | Pelataran Parkir Bank BNI 46 |
| 2 | Pelataran Parkir Kemukus milik PT KAI |
| 3 | Pelataran Parkir Kota Intan |
| 4 | Jalan Kali Besar Timur |
| 5 | Gedung Imigrasi |
| 6 | Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik |
Pengaturan lalu lintas dilakukan karena Taman Fatahillah menjadi lokasi Peringatan Hari Lahir PKB dan Pelantikan DPC PKB se-Indonesia 2026. Kepadatan diperkirakan meningkat terutama pada akses yang mengarah ke kawasan wisata itu.
Ruas yang masuk perhatian dalam skema pengaturan meliputi Jalan Pintu Besar Utara, Jalan Kali Besar Barat, Jalan Kunir sisi selatan, dan Jalan Kemukus. Arus kendaraan dapat disesuaikan sesuai situasi yang berkembang di lapangan.
Rute pengganti dari Pluit dan Penjaringan
Pengendara dari Pluit yang menuju Harmoni dapat menghindari area inti Kota Tua melalui Jalan Jembatan Tiga Raya dan Jalan Jembatan Dua Raya. Perjalanan kemudian dapat diteruskan melalui Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jalan Pasar Pagi Flyover, hingga Jalan Pantura.
Bagi kendaraan dari Pluit menuju Tanjung Priok, jalur yang disiapkan melalui Jalan Pluit Selatan Raya, Jalan Gedong Panjang, Jalan Pakin, dan Jalan Krapu. Rute tersebut berlanjut menuju Jalan Lodan Raya.
| Perjalanan | Rute Alternatif |
|---|---|
| Pluit ke Harmoni | Jembatan Tiga Raya – Jembatan Dua Raya – Pangeran Tubagus Angke – Pasar Pagi Flyover – Pantura |
| Pluit ke Tanjung Priok | Pluit Selatan Raya – Gedong Panjang – Pakin – Krapu – Lodan Raya |
| Penjaringan ke Asemka/Harmoni | Kali Besar Barat – Kopi – Pejagalan Raya – Pasar Pagi Lama – Perniagaan Raya – Toko Tiga – Pintu Kecil – Asemka – Pantura |
| Penjaringan ke Mangga Dua | Kali Besar Barat – Kunir – Kampung Bandan – R.E. Martadinata – Lodan Raya – Gunung Sahari – Mangga Dua Raya |
Dari Penjaringan menuju Asemka atau Harmoni, kendaraan dapat melintas melalui Jalan Kali Besar Barat menuju Jalan Kopi dan Jalan Pejagalan Raya. Jalur itu diteruskan ke Jalan Pasar Pagi Lama, Jalan Perniagaan Raya, Jalan Toko Tiga, Jalan Pintu Kecil, Jalan Asemka, serta Jalan Pantura.
Untuk tujuan Mangga Dua, pengendara dari Penjaringan dapat memakai Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kunir menuju Jalan Kampung Bandan. Perjalanan selanjutnya melalui Jalan R.E. Martadinata, Jalan Lodan Raya, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Mangga Dua Raya.
Akses menuju Ancol ikut dialihkan
Kendaraan dari arah Glodok menuju Ancol diarahkan melalui Jalan Pancoran, Jalan Pintu Kecil, dan Jalan Malaka. Setelah itu, arus dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Roa Malaka Selatan, Jalan Roa Malaka Utara, Jalan Tiang Bendera, Jalan Nelayan Timur, Jalan Cengkeh, hingga Jalan Tongkol.
Pengendara dari Gunung Sahari menuju Ancol dapat memulai perjalanan melalui Jalan Mangga Dua Raya dan Jalan Pantura. Rute berikutnya melewati Jalan Pintu Besar Selatan 1, Jalan Pintu Kecil, Jalan Malaka, serta rangkaian jalan menuju Jalan Tongkol.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan dan mematuhi rambu maupun arahan petugas. Berangkat lebih awal atau menggunakan transportasi umum dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko terjebak antrean kendaraan di sekitar Kota Tua.
