Gus Terjual Rp 906 Miliar, Rekor Fosil T-Rex Ini Mengusik Akses Ilmiah

Kerangka Tyrannosaurus rex bernama Gus mencetak rekor baru di pasar lelang setelah terjual seharga USD 50.130.000, atau sekitar Rp 906 miliar. Nilai itu menjadikan Gus sebagai fosil termahal yang pernah berpindah tangan melalui lelang.

Namun, rekor harga tersebut kembali menyoroti persoalan akses ilmiah terhadap fosil langka yang masuk ke koleksi pribadi. Identitas pembeli Gus tidak diumumkan kepada publik setelah lelang Sotheby’s di New York.

Ahli paleontologi umumnya menilai spesimen yang dimiliki kolektor pribadi berisiko sulit diakses untuk penelitian jangka panjang. Jurnal ilmiah juga cenderung hanya menerbitkan riset atas fosil yang tersimpan dalam koleksi publik karena hasil studinya dapat diperiksa dan diulang secara tepercaya.

Nilai Gus bukan hanya ditentukan oleh statusnya sebagai Fosil T-Rex Gus, melainkan juga oleh tingkat kelengkapan dan sejumlah bagian tulang yang jarang ditemukan. Spesimen ini masih memiliki tulang garpu, panggul utuh, serta kedua telapak kaki.

Sotheby’s menyebut kerangka tersebut memiliki 183 elemen tulang fosil. Kelengkapannya diperkirakan mencapai sekitar 61% berdasarkan jumlah tulang, atau 75% hingga 80% berdasarkan massa tulangnya.

InformasiData GusKeterangan
Harga lelangUSD 50.130.000Rekor baru
Panjang11,5 meterSalah satu T. rex terbesar
Tinggi3,8 meterKerangka besar
Tengkorak137 sentimeter82% tulang asli

Ukuran Gus turut memperkuat daya tariknya di Lelang Fosil tersebut. Kerangka ini memiliki panjang sekitar 11,5 meter dan tinggi sekitar 3,8 meter, sementara tengkoraknya berukuran kurang lebih 137 sentimeter.

Tengkorak Gus disebut mengandung 82% tulang asli. Kerangkanya juga memperlihatkan bekas gigitan dan bukti patah tulang yang telah sembuh ketika dinosaurus itu masih hidup.

Nama Gus diambil dari Gary “Gus” Licking, peternak sapi yang memiliki lahan lokasi penemuan spesimen itu di Harding County, Dakota Selatan. Licking meninggal pada 2022, setahun setelah penggalian fosil dimulai.

Gus berasal dari Formasi Hell Creek, kawasan geologi yang melintasi Montana, Wyoming, Dakota Utara, dan Dakota Selatan. Wilayah ini memiliki arti penting dalam paleontologi karena salah satu kerangka T. rex pertama ditemukan di sana pada 1902.

Penamaan T. rex juga berakar dari fosil-fosil yang digali dari kawasan tersebut. Temuan dari Hell Creek kemudian menjadi salah satu dasar penting untuk memahami salah satu predator terbesar pada akhir zaman dinosaurus.

Rekor sebelumnya dipegang Stegosaurus bernama Apex yang dibeli Ken Griffin pada 2024 seharga USD 44,6 juta. Menurut inet.detik.com, fosil itu kini dipinjamkan selama empat tahun ke Museum Sejarah Alam New York.

Gus melampaui nilai Apex dan juga lebih mahal daripada Stan, T. rex yang terjual pada 2020 seharga USD 31,8 juta dengan tingkat kelengkapan sekitar 70%. Ada pula Sue, fosil dinosaurus pertama yang dilelang pada 1997, yang disebut memiliki kelengkapan sekitar 90%.

Bagi Sotheby’s, Gus merupakan salah satu fosil T. rex terlengkap yang pernah ditemukan. Bagi dunia ilmu pengetahuan, penjualan ini mempertegas kebutuhan agar fosil penting tetap dapat diakses untuk penelitian, sekalipun nilainya terus meningkat di pasar kolektor.

Berita Terkait