Friendster Kembali Tanpa Algoritma, Cuma Teman Nyata yang Mengisi Timeline

Author: Redaksi Android62

Friendster versi baru menolak cara kerja media sosial yang penuh dorongan algoritma. Aplikasi ini hanya menampilkan isi dari jaringan pertemanan pengguna, tanpa iklan dan tanpa penjualan data pengguna.

Pendekatan itu membuat Friendster terasa jauh lebih tenang dibanding platform modern yang biasa menyodorkan rekomendasi konten acak. Di iPhone, aplikasi ini juga hadir dengan ukuran yang ringan, sekitar 5,9 MB.

Cara kerja yang dibuat sesederhana mungkin

Friendster Labs Inc mengembangkan aplikasi ini khusus untuk perangkat iOS. Pengguna tidak disuguhi linimasa yang dipenuhi saran akun atau konten dari luar lingkar pertemanan.

Setiap unggahan yang muncul berasal dari teman yang memang sudah terhubung. Karena itu, pengalaman memakai aplikasi ini terasa lebih personal dan minim gangguan.

Platform ini juga tidak menerapkan follower seperti media sosial lain. Selain itu, tidak ada sistem promosi maupun spam yang mengganggu tampilan.

Cara mulai memakai Friendster di iPhone

Aplikasi Friendster sudah tersedia di App Store dan bisa diunduh langsung dari sana. Pengguna cukup mencari nama Friendster, memilih aplikasi dari Friendster Labs Inc, lalu menekan tombol Get atau Unduh.

Setelah instalasi selesai, pengguna bisa masuk memakai Apple ID. Berikutnya, pengguna hanya perlu menyetujui syarat penggunaan sebelum mengisi profil.

Profil di Friendster dibuat sederhana. Username dan bio singkat sudah cukup untuk mulai menggunakan aplikasi.

Hubungan pertemanan dibangun dengan cara langsung

Salah satu ciri paling berbeda dari Friendster baru adalah cara menambah teman. Pengguna tidak bisa mencari orang lewat username atau nomor kontak.

Untuk menambah teman, dua ponsel harus didekatkan atau ditempelkan. Proses ini memakai teknologi seperti NFC atau koneksi serupa, sehingga hanya bisa dilakukan secara langsung di dunia nyata.

Model seperti itu membuat jaringan sosial Friendster dibangun dari orang yang benar-benar dikenal. Konsep ini juga menjadi pembeda besar dari media sosial yang biasanya mengandalkan pencarian digital dan rekomendasi otomatis.

Fitur dasar tetap tersedia

Meski tampil minimalis, Friendster tetap menyediakan fungsi utama untuk berinteraksi. Pengguna bisa membuat postingan teks, atau postingan dengan teks dan foto.

Aplikasi ini belum mendukung video. Namun, pengguna tetap bisa memberi like dan beberapa emoji sebagai reaksi pada unggahan teman.

Menu yang tersedia juga dibuat ringkas, mulai dari home, friends, notifikasi, chat atau pesan, hingga profil. Friendster bahkan menyediakan fitur grup untuk komunikasi antarpengguna.

Masih terasa sebagai nostalgia, tetapi dengan aturan baru

Kehadiran Friendster di iPhone mengingatkan banyak pengguna pada masa awal jejaring sosial yang populer di awal 2000-an. Meski begitu, versi baru ini tidak sekadar menghidupkan nama lama, karena sistemnya dirancang lebih ketat dan lebih personal.

Akun lama dari Friendster klasik tidak bisa langsung dipakai di platform baru. Di sisi lain, aplikasi ini juga menetapkan batas usia minimum 13 tahun sesuai rating di App Store.

Saat ini, Friendster masih terbatas untuk iOS dan versi Android belum tersedia secara publik. Pengembang menyebut pengembangan untuk Android sedang berlangsung, sehingga kehadirannya masih ditunggu pengguna yang memakai perangkat lain.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru