Mercedes-AMG GT 63S Coupe dan SL 63 menjadi bukti bahwa lintasan bukan sekadar tempat uji kecepatan, tetapi juga arena untuk membaca karakter mobil secara utuh. Di AMG Speedway, Yongin, keduanya dipaksa menunjukkan respons mesin, kestabilan, dan ketepatan saat menghadapi tikungan, akselerasi, serta pengereman dalam satu putaran penuh.
Di lokasi yang sama, sisi lain dari keluarga Mercedes-Benz juga ikut diuji melalui medan off-road ekstrem. Mercedes-AMG G 63 dan Mercedes-Benz GLS 580 4Matic membuktikan bahwa kemampuan sebuah SUV tidak hanya bergantung pada tampilan tangguh, tetapi juga pada teknologi penggerak dan sistem kendali yang bekerja saat permukaan jalan berubah drastis.
Lintasan yang dirancang untuk menguji segalanya
AMG Speedway berada di Yongin, Korea Selatan, sekitar satu jam perjalanan dari Seoul. Area ini menghadirkan dua dunia sekaligus, yakni sirkuit aspal yang menuntut presisi dan zona off-road yang menantang ketahanan kendaraan di kondisi berat.
Panjang lintasannya tercatat 4,346 kilometer dengan 16 tikungan. Susunan trek seperti ini membuat mobil tidak cukup hanya cepat di garis lurus, karena stabilitas dan kemampuan menikung juga ikut menentukan hasil akhir.
Lintasan tersebut punya posisi penting dalam sejarah otomotif Korea Selatan. Sebelum berganti nama pada Mei 2018, tempat ini dikenal sebagai Everland Speedway dan dibuka untuk umum pada 1995 melalui kerja sama Mercedes-Benz Korea dan Samsung Group.
Sebagai sirkuit permanen pionir di Korea, AMG Speedway telah mengalami berbagai renovasi besar agar sesuai dengan standar internasional. Karakter trek yang memadukan tikungan teknis dan lintasan lurus membuatnya cocok untuk memperlihatkan perbedaan nyata antara mobil yang hanya bertenaga dan mobil yang benar-benar seimbang.
V8 besar yang diuji di aspal
Mercedes-AMG GT 63S Coupe menjadi salah satu pusat perhatian di lintasan aspal. Mobil ini memakai mesin 4.0L V8 Biturbo dan terasa sangat agresif ketika mode Sport+ diaktifkan.
Saat pedal gas diinjak penuh, torsi 800 Nm langsung memberi dorongan kuat. Meski dimensinya tergolong besar, GT 63S tetap terasa lincah saat masuk dan keluar tikungan, sehingga pengemudi bisa lebih percaya diri menjaga ritme di sirkuit.
Karakter berbeda ditunjukkan oleh Mercedes-AMG SL 63. Roadster ini membawa pendekatan grand tourer dengan atap soft top klasik, tetapi sifat santainya berubah ketika dipakai di lintasan.
Ketika atap dibuka, suara V8 terdengar lebih langsung tanpa penghalang. Di balik kesan nyaman untuk perjalanan jauh, SL 63 tetap memperlihatkan keseimbangan bobot yang presisi dan pusat gravitasi yang rendah saat melewati rangkaian tikungan.
SUV yang tampil jauh lebih keras dari dugaan
Di area off-road, Mercedes-AMG G 63 menjadi model yang paling menarik perhatian. Dengan pendampingan instruktur profesional, SUV ikonik ini melewati tanjakan curam dan kemiringan sisi yang ekstrem.
Kemampuannya didukung tiga diferensial yang bisa dikunci secara independen. Fitur tersebut membuat G 63 tidak hanya terlihat tangguh, tetapi juga benar-benar siap menghadapi medan berat saat traksi menjadi tantangan utama.
Mercedes-Benz GLS 580 4Matic ikut masuk ke jalur yang sama dan menghadapi kubangan air dalam serta lintasan berlumpur. SUV tujuh penumpang ini tetap mampu bergerak meyakinkan di kondisi yang tidak rata.
Peran E-Active Body Control membantu menjaga kestabilan kabin dengan penyesuaian suspensi secara independen. Hasilnya, kenyamanan penumpang tetap terjaga meski roda bekerja keras mencari cengkeraman di permukaan yang sulit ditebak.
Dua dunia dalam satu lokasi
Keunggulan AMG Speedway justru terlihat karena satu tempat ini mampu mempertemukan performa tinggi dan ketangguhan SUV secara langsung. Satu sisi menuntut ketepatan pada aspal, sementara sisi lainnya memaksa mobil menghadapi rintangan alam yang jauh lebih keras.
Dari GT 63S hingga G 63 dan GLS 580 4Matic, setiap model menunjukkan karakter yang berbeda tetapi sama-sama bergantung pada teknologi, tenaga, dan sistem kendali. Di Yongin, semua itu tidak hanya dibahas sebagai angka dan spesifikasi, melainkan benar-benar diuji di medan yang menuntut konsentrasi penuh dari pengemudi dan respons cepat dari mobil.
Source: carvaganza.com






