Gaethje Rebut Sabuk Lightweight UFC, Topuria Akhirnya Tak Tahan

Author: Redaksi Android62

Justin Gaethje akhirnya merebut sabuk juara kelas lightweight UFC setelah Ilia Topuria menyerah lewat penghentian sudut sebelum ronde kelima dimulai dalam laga UFC Freedom 250 di Gedung Putih, Amerika Serikat, Minggu (15/6) waktu setempat.

Hasil itu sekaligus mengakhiri rekor sempurna Topuria yang sebelumnya mencatat 17 kemenangan tanpa kekalahan di MMA profesional. Bagi Gaethje, kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar setelah lama berada di jalur persaingan keras divisi lightweight.

Duel berlangsung keras sejak awal

Sejak bel pembuka, kedua petarung memilih tampil terbuka dan lebih banyak bertarung dalam skema stand-up. Gaethje langsung mengambil inisiatif dengan kombinasi pukulan dan tendangan yang beberapa kali memaksa Topuria bertahan lebih dalam.

Tekanan yang dilepaskan Gaethje berjalan konsisten sepanjang ronde-ronde awal. Salah satu pukulannya bahkan disebut membuat area mata kanan Topuria mengalami luka dan lebam yang cukup parah.

Topuria sempat bertahan, tetapi kondisinya terus menurun

Meski menerima tekanan besar, Topuria tetap berupaya menjaga ritme hingga ronde keempat. Petarung asal Spanyol itu beberapa kali terlihat hampir jatuh, namun masih mencoba bertahan di hadapan serangan lawannya.

Menjelang ronde kelima, kondisi fisik Topuria tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan pertarungan dengan normal. Tim sudutnya kemudian memutuskan menghentikan laga, sehingga wasit mencatat hasil technical knockout melalui penghentian sudut.

Gelar utama yang lama dikejar Gaethje

Sabuk juara ini memiliki arti khusus bagi Gaethje karena sebelumnya ia dua kali menyandang gelar interim lightweight. Gelar utama kini akhirnya masuk ke koleksinya setelah bertahun-tahun bersaing di salah satu divisi paling kompetitif di UFC.

Kemenangan tersebut juga menegaskan reputasinya sebagai petarung agresif yang selalu menghadirkan tempo tinggi. Dalam duel ini, pendekatan itu terbukti efektif saat menghadapi Topuria yang sebelumnya dikenal sangat sulit dikalahkan.

Rekor Topuria terhenti di laga besar

Kekalahan ini menjadi yang pertama dalam karier profesional Ilia Topuria. Sebelum tampil di UFC Freedom 250, ia dikenal sebagai petarung dominan dengan status juara dua divisi UFC.

Berakhirnya rekor tak terkalahkan itu menambah bobot historis pertarungan ini, bukan hanya karena gelar berpindah tangan, tetapi juga karena lahirnya kekalahan perdana bagi salah satu nama paling disorot di UFC. Pertemuan Gaethje dan Topuria pun menandai perubahan penting dalam peta persaingan kelas lightweight.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru