Gagak Tak Lupa Wajah yang Mengancam, Dendamnya Bisa Bertahan Bertahun-Tahun

Author: Redaksi Android62

Gagak termasuk hewan yang paling menonjol dalam hal ingatan visual. Mereka bukan hanya mengenali wajah manusia yang pernah mengancam, tetapi juga dapat menyimpan informasi itu selama bertahun-tahun.

Kemampuan tersebut membuat gagak mampu membedakan manusia yang berbahaya dari manusia yang tidak berbahaya. Dalam kehidupan liar, ingatan semacam ini menjadi alat bertahan hidup yang sangat penting.

Ingatan yang tetap hidup sangat lama

Temuan dari eksperimen di University of Washington menunjukkan ketahanan memori gagak yang luar biasa. Dalam penelitian itu, gagak masih mengenali dan menyerang orang dengan topeng ancaman yang sama setelah lebih dari 5 hingga 9 tahun berlalu.

Hal ini menegaskan bahwa gagak tidak sekadar bereaksi sesaat terhadap pengalaman buruk. Mereka menyimpan identitas ancaman dalam ingatan jangka panjang dan menggunakannya kembali ketika bertemu situasi serupa.

Wajah, bukan pakaian, yang mereka baca

Salah satu eksperimen paling terkenal dipimpin Dr. John Marzluff di University of Washington. Melansir AAAS, para peneliti menggunakan dua topeng manusia, yaitu topeng “gua” sebagai ancaman dan topeng “mantan presiden” yang netral.

Ketika topeng ancaman dipakai di kampus, gagak langsung bereaksi keras dengan teriakan waspada dan serangan menukik. Sebaliknya, topeng netral diabaikan dan tidak memicu respons yang sama.

Temuan itu memperlihatkan bahwa gagak mengenali manusia lewat fitur wajah secara visual. Mereka tidak bergantung pada ukuran tubuh atau pakaian untuk menilai siapa yang berisiko.

Otak kecil, kemampuan besar

Secara proporsional, rasio ukuran otak terhadap tubuh gagak disebut mirip dengan simpanse. Dilansir ScienceDaily, saat gagak melihat wajah manusia yang pernah mengancam mereka, pemindaian otak menunjukkan aktivitas tinggi pada area nidopallium.

Bagian ini memiliki fungsi yang serupa dengan korteks prefrontal pada manusia. Wilayah tersebut terlibat dalam ingatan tingkat tinggi, pengambilan keputusan, dan emosi.

Ancaman yang menyebar ke seluruh kawanan

Kecerdasan gagak tidak berhenti pada kemampuan individu. Mereka hidup dalam kelompok sosial dengan komunikasi yang kompleks dan taktis.

Menurut Forbes, saat seekor gagak mengenali wajah manusia yang berbahaya, ia akan mengeluarkan suara kepakan dan pekikan khusus untuk memberi tahu kawanan. Gagak lain yang belum pernah bertemu orang itu kemudian ikut terbang dan menyerang target yang sama.

Informasi tentang ancaman itu bahkan bisa diteruskan ke anak-anak mereka yang baru lahir. Dengan cara ini, pengalaman satu ekor gagak dapat berubah menjadi pengetahuan bersama di dalam kelompok.

Mereka juga mengingat kebaikan

Ingatan gagak tidak selalu terkait ancaman. Jika seseorang rutin memberi makanan seperti kacang atau biji-bijian kepada gagak liar, burung itu dapat mengenali wajah pemberinya.

Forbes juga melaporkan bahwa beberapa kawanan dilaporkan meninggalkan hadiah kecil seperti kancing berkilau, tutup botol, atau batu kecil di tempat makan mereka. Perilaku itu menunjukkan bahwa gagak tidak hanya menyimpan catatan tentang bahaya, tetapi juga tentang interaksi yang menguntungkan.

Di berbagai ekosistem dunia, gagak menjadi salah satu burung paling cerdas yang hidup berdampingan dengan manusia. Dengan otak yang padat dan daya ingat visual yang kuat, mereka tampak mampu mengingat dua hal yang sama pentingnya, yaitu siapa yang mengancam dan siapa yang membantu.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru