Gajah Mada Kini Satu Arah ke Kota, Rekayasa Harmoni-Mangga Besar Berlaku Sampai September

Author: Redaksi Android62

Mulai 25 Mei 2026, arus lalu lintas di kawasan Harmoni hingga Mangga Besar masuk ke pola baru yang lebih tegas. Jalur menuju Kota melalui Hasyim Ashari tidak lagi dibiarkan berjalan seperti biasa, karena PT MRT Jakarta menyiapkan pengalihan untuk mendukung pekerjaan MRT Jakarta Fase 2 di titik yang padat itu.

Perubahan paling terasa ada di ruas yang menghubungkan Simpang Harmoni, Jalan Gajah Mada, dan koridor ke Kota. Pada tahap berikutnya, kendaraan yang datang dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir H Juanda lalu hendak menuju Jalan Hasyim Ashari serta arah Kota akan diarahkan lewat Jalan Gajah Mada.

Perubahan arus yang berlaku lebih lama

PT MRT Jakarta memperpanjang manajemen rekayasa lalu lintas tahap 3.2 di kawasan Harmoni sampai 24 Mei 2026. Jadwal ini mundur dari rencana sebelumnya yang disebut berakhir pada 30 April 2026.

Perpanjangan itu dilakukan karena pekerjaan konstruksi masih berlangsung di lapangan. Aktivitas yang dikerjakan meliputi penggalian, pekerjaan stasiun, pembangunan kanal underpass, dan pembangunan entrance stasiun MRT.

Pada tahap 3.2, kendaraan yang menuju Jalan Hasyim Ashari dan arah Kota dialihkan melalui skema contra flow di Jalan Hayam Wuruk. Skema tersebut memakai dua lajur untuk menampung arus kendaraan yang melintas.

Di sisi lain, arus kendaraan dari Jalan Hayam Wuruk menuju Monas tetap dipertahankan seperti pola biasa. Ruas itu masih memiliki tiga lajur dan tidak mengalami perubahan arus.

Skema baru setelah 25 Mei

Setelah masa tahap 3.2 selesai, MRT Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas tahap 4.1 pada 25 Mei 2026 sampai 27 September 2026. Pada fase ini, pengaturan di sekitar Simpang Harmoni dan Jalan Gajah Mada dibuat lebih ketat agar ruang kerja konstruksi tetap tersedia.

Ruas Jalan Gajah Mada akan dipakai untuk kendaraan yang dialihkan dari Majapahit, Suryopranoto, dan Ir H Juanda menuju Hasyim Ashari serta Kota. Jalan tersebut disiapkan dengan dua lajur kendaraan.

Perubahan penting lain muncul di Jalan Gajah Mada setelah pertigaan Jalan Hasyim Ashari. Ruas yang sebelumnya dua arah akan diubah menjadi satu arah menuju Kota.

Untuk kendaraan yang tetap menuju Kota, termasuk bus Transjakarta, pengalihan masih memakai Jalan Hayam Wuruk. Pada ruas itu diterapkan contra flow satu lajur agar arus tetap berjalan di tengah pekerjaan yang berlangsung.

Mengapa kawasan ini harus diatur ulang

Koridor Harmoni dan Mangga Besar menjadi titik penting karena proyek MRT Fase 2 mencakup pembangunan stasiun bawah tanah dan terowongan di area tersebut. Dokumentasi proyek menunjukkan pekerjaan MRT Fase 2A CP 203 mencakup rute Mangga Besar-Glodok-Kota sepanjang 1,44 kilometer.

Karena pekerjaan dilakukan bertahap, pengaturan lalu lintas juga harus mengikuti perkembangan konstruksi di lapangan. Pengalihan ini dibutuhkan agar kendaraan masih bisa bergerak tanpa memutus akses di kawasan yang selama ini menjadi penghubung ke Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sejumlah wilayah pusat Jakarta.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, meminta masyarakat memahami kondisi tersebut selama proyek berjalan. Ia juga mengharapkan dukungan pengguna jalan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung dengan baik.

Rendy menyatakan masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan dan angkutan umum juga diminta memperhatikan rambu-rambu yang dipasang di lapangan.

Hal yang perlu diperhatikan pengendara

Pengemudi yang bergerak dari Majapahit, Suryopranoto, dan Ir H Juanda perlu mencermati rute baru menuju Hasyim Ashari dan Kota. Akses ke arah tersebut kini mengikuti pola lewat Jalan Gajah Mada, sehingga kebiasaan melintas di kawasan itu perlu disesuaikan.

Ruas Jalan Gajah Mada setelah pertigaan Hasyim Ashari juga tidak lagi melayani dua arah seperti sebelumnya. Kondisi ini membuat pengendara perlu lebih teliti saat memasuki koridor tersebut agar tidak salah jalur.

Bagi kendaraan yang menuju Kota, terutama bus Transjakarta, jalur via Hayam Wuruk memerlukan perhatian ekstra karena ada penerapan contra flow satu lajur. Pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan dan lebih waspada saat melintas.

Sementara itu, arah Jalan Hayam Wuruk menuju Monas tetap berjalan seperti biasa dan tidak terdampak skema baru. Kepastian ini penting bagi pengguna jalan yang bergerak ke arah sebaliknya di tengah perubahan arus pada titik lain.

Source: otomotif.kompas.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru