Galaxy A18 5G Tinggalkan Exynos, Snapdragon Ambil Posisi Utama di Lini Murah Samsung

Author: Redaksi Android62

Samsung disebut sedang mengubah strategi untuk Galaxy A18 Series, dan perubahan paling penting ada pada varian 5G. Bocoran terbaru mengarah pada penggunaan Snapdragon 6s Gen 3, sementara model 4G tetap mengandalkan MediaTek Helio G99.

Perbedaan ini membuat Galaxy A18 tidak lagi sekadar dibedakan dari sisi konektivitas. Samsung tampaknya juga ingin memisahkan pengalaman penggunaan antara model 4G dan 5G dengan lebih tegas di segmen entry-level yang sangat ketat persaingannya.

Snapdragon mengambil alih peran utama di model 5G

Informasi mengenai Galaxy A18 muncul melalui sejumlah dokumen sertifikasi dan bocoran spesifikasi. Dari sana terlihat Samsung menyiapkan dua platform berbeda untuk satu seri, bukan hanya dua opsi jaringan yang berbeda.

Untuk Galaxy A18 5G, chipset yang diperkirakan digunakan adalah Qualcomm Snapdragon 6s Gen 3. Chip ini dibuat dengan proses fabrikasi 6 nanometer dan dirancang untuk menawarkan efisiensi daya yang lebih baik serta performa grafis yang lebih kuat di kelasnya.

Snapdragon 6s Gen 3 membawa delapan inti prosesor. Susunannya terdiri atas dua inti performa Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,3GHz dan enam inti efisiensi Cortex-A55.

Chipset tersebut juga dibekali GPU Adreno 619, modem 5G terintegrasi, serta dukungan kamera hingga resolusi tinggi. Kombinasi ini membuat Galaxy A18 5G diproyeksikan lebih siap untuk multitasking dan penggunaan aplikasi yang membutuhkan koneksi data cepat.

Model Chipset Catatan Utama
Galaxy A18 5G Snapdragon 6s Gen 3 6 nm, delapan inti, GPU Adreno 619, modem 5G terintegrasi
Galaxy A18 4G MediaTek Helio G99 Dipertahankan untuk kebutuhan harian dan gim ringan

Exynos digeser dari varian 5G

Perubahan yang paling mencuri perhatian justru ada pada hilangnya Exynos dari model 5G. Jika bocoran ini tepat, Galaxy A18 5G akan menjadi salah satu perangkat Galaxy A1x pertama dalam beberapa generasi terakhir yang tidak lagi memakai chipset buatan Samsung sendiri di varian tersebut.

Pergeseran ini penting karena lini Galaxy A1x selama ini cukup lekat dengan Exynos. Keputusan memakai Snapdragon pada model 5G dapat dibaca sebagai penyesuaian strategi yang cukup besar, terutama di pasar yang sangat sensitif terhadap performa dan efisiensi daya.

Model 4G tetap bermain aman dengan MediaTek

Di sisi lain, Galaxy A18 4G disebut masih memakai MediaTek Helio G99. Prosesor ini sudah banyak dipakai di smartphone kelas menengah dan masih dianggap kompetitif untuk aktivitas harian seperti media sosial, streaming video, dan gim ringan.

Pola ini menunjukkan Samsung tidak hanya membedakan Galaxy A18 lewat dukungan jaringan. Perusahaan juga tampaknya memisahkan karakter performa kedua varian agar masing-masing punya posisi yang jelas di pasar.

Strategi Samsung di pasar terjangkau

Langkah seperti ini bukan hal baru bagi Samsung karena perusahaan pernah memakai dua vendor chipset dalam satu seri. Biasanya, strategi tersebut dipakai untuk menyesuaikan ketersediaan komponen, kebutuhan regional, dan strategi harga.

Namun, perpindahan dari Exynos ke Snapdragon pada Galaxy A18 5G tetap menonjol. Di kelas entry-level, keputusan semacam ini bisa memengaruhi persepsi konsumen terhadap performa perangkat sebelum bahkan menyentuh spesifikasi lain.

Di Indonesia, Galaxy A18 berpotensi menjadi penerus Galaxy A16 yang sebelumnya hadir dalam varian 4G dan 5G. Galaxy A16 sendiri menyasar pengguna pemula dan pelajar, sehingga Galaxy A18 diperkirakan tetap bermain di segmen harga terjangkau yang persaingannya padat.

Samsung juga harus berhadapan dengan Xiaomi, OPPO, Vivo, Realme, hingga Infinix yang agresif merilis smartphone 5G berharga kompetitif. Dalam kondisi seperti itu, pemakaian Snapdragon pada model 5G bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang memperhatikan performa dan gamer mobile.

Spesifikasi lain yang masih terasa familiar

Selain chipset, bocoran yang beredar menyebut kedua perangkat masih akan membawa ciri khas seri Galaxy A. Samsung diperkirakan menyiapkan layar LCD dengan refresh rate tinggi, baterai sekitar 5.000mAh, dan dukungan pengisian cepat.

Perangkat ini juga disebut akan menjalankan One UI berbasis Android terbaru. Samsung dikabarkan menyiapkan sejumlah fitur Galaxy AI versi ringan yang mulai diperluas ke kelas menengah dan entry-level.

Meski begitu, belum ada kejelasan mengenai fitur AI apa saja yang akan hadir di Galaxy A18 Series. Hingga awal Juli 2026, Samsung juga belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun negara pertama yang akan menerima perangkat ini.

Kemunculan perangkat di sejumlah dokumen sertifikasi biasanya menjadi sinyal bahwa peluncuran resmi tidak akan terlalu lama lagi. Jika mengikuti pola generasi sebelumnya, Galaxy A18 Series berpeluang meluncur secara global lebih dulu sebelum masuk ke pasar Indonesia.

Source: selular.id
Berita Terbaru