Galaxy A37 5G Terasa Biasa Saja, Dua Keunggulan Ini Bikin Sulit Diabaikan

Author: Redaksi Android62

Samsung Galaxy A37 5G mungkin tidak membawa lompatan besar dari generasi sebelumnya, tetapi dua hal membuatnya tetap layak dilirik: dukungan software yang panjang dan kualitas kamera yang konsisten, termasuk pada pemotretan malam. Kombinasi ini menempatkannya sebagai ponsel kelas menengah yang lebih mengutamakan pengalaman pakai jangka panjang ketimbang sensasi spesifikasi di atas kertas.

Perangkat ini menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 langsung dari kotak. Samsung juga menjanjikan enam update sistem operasi dan pembaruan keamanan selama enam tahun, sebuah nilai yang masih sangat kuat di kelas menengah.

Di sisi pencitraan, Galaxy A37 5G memakai kamera utama 50 MP dengan sensor lebih besar berukuran 1/1,56 inci. Kamera ini didampingi kamera ultrawide 8 MP, kamera makro 5 MP, serta kamera depan 12 MP untuk selfie dan video call.

Bagian Spesifikasi Catatan
Sistem operasi One UI 8.5 berbasis Android 16 Enam update sistem operasi dan keamanan selama enam tahun
Kamera utama 50 MP, sensor 1/1,56 inci Hasil foto dinilai tajam dan cerah
Baterai 5.000 mAh Daya tahan lebih dari satu hari pada pemakaian normal
Pengisian daya 45W Penuh sekitar 1 jam 15 menit

Hasil kamera utamanya disebut bagus untuk kelasnya. Detail tampil tajam, warna terlihat cerah, dan mode 2x masih cukup memuaskan meski objek kadang sedikit menghalus.

Yang menarik, performa di kondisi minim cahaya justru ikut menonjol. Foto malam hari dinilai sangat memuaskan, dengan dynamic range yang cukup luas sehingga detail di area bayangan tetap terlihat.

Desain masih familier, tetapi terasa lebih kokoh

Samsung masih mempertahankan bahasa desain khas seri Galaxy A pada model ini. Panel belakangnya memakai Gorilla Glass Victus+ dan menampilkan tiga kamera yang disusun vertikal dalam pulau kamera hitam.

Tonjolan kameranya dibuat sedikit lebih mencuat dibanding Galaxy A36 5G. Posisi flash LED juga tetap sama, sehingga tampilannya terasa akrab bagi pengguna seri ini.

Bagian belakang ponsel terasa cukup kesat saat digenggam, sementara rangka plastik membantu memberi kesan mantap di tangan. Unit yang diuji hadir dalam warna Awesome Graygreen yang terlihat seperti hijau kebiruan.

Samsung juga menambahkan sertifikasi IP68 untuk ketahanan air dan debu. Di sisi fisik, perangkat ini memiliki ketebalan 7,4 mm dan bobot 196 gram, meski bodinya tetap terasa agak lebar untuk penggunaan satu tangan yang lama.

Layar AMOLED tetap jadi nilai jual utama

Galaxy A37 5G memakai layar Super AMOLED 6,7 inci beresolusi FHD+ 1080 x 2340. Panel ini terasa lapang untuk menonton, menjelajah web, dan bermain gim ringan.

Refresh rate-nya mencapai 120Hz, dengan pilihan mode Standard 60Hz atau Adaptive untuk tampilan yang lebih mulus saat menggulir layar. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits, sehingga visibilitas di bawah sinar matahari langsung terbilang baik.

Layar depan sudah dilapisi Gorilla Glass Victus+. Namun bezel masih tampak tebal dan tidak simetris, terutama pada bagian bawah.

Ponsel ini juga mendukung Widevine L1, sehingga Netflix bisa diputar dalam resolusi Full HD. Sensor sidik jari di dalam layar menjadi pelengkap yang responsif dan akurat.

Performa harian mulus, tetapi gim berat masih terbatas

Samsung mengganti chipset pendahulunya dengan Exynos 1480 berfabrikasi 4nm. Varian yang diuji membawa RAM 8GB dan storage 128GB, sementara opsi 256GB juga tersedia.

Untuk penggunaan harian, kombinasi chipset, RAM 8GB, dan One UI 8.5 terasa mulus. Multitasking, browsing, gim ringan, hingga edit video ringan bisa dijalankan dengan baik.

Namun, kemampuan untuk gim berat belum menjadi keunggulan utamanya. PUBG Mobile masih bisa dimainkan dengan setelan grafis tinggi, sedangkan Genshin Impact hanya mentok di level grafis paling rendah dan masih terasa sedikit patah-patah.

Di balik itu, manajemen suhunya terbilang baik. Ponsel ini disebut tidak pernah terasa panas meski dipakai bermain gim selama berjam-jam.

Baterai awet, pengisian cepat, dan fitur AI ikut melengkapi

Baterai 5.000 mAh yang dibawanya sanggup bertahan lebih dari satu hari dalam pemakaian normal. Dalam pengujian PCMark, daya tahannya tercatat 15 jam 17 menit.

Untuk pengisian daya, Galaxy A37 5G mendukung fast charging 45W. Dalam 30 menit, baterai bisa terisi hingga 45 persen, sementara pengisian penuh memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Samsung menjual charger secara terpisah, sehingga pengguna perlu menyiapkan aksesori tambahan untuk memaksimalkan kecepatan isi daya. Selain itu, perangkat ini juga membawa fitur Galaxy AI yang disebut Awesome Intelligence.

Fitur tersebut mencakup Object Eraser untuk menghapus objek tak diinginkan, Remaster untuk memperbaiki tone foto, Erase Reflections untuk mengurangi pantulan saat memotret dari balik kaca, serta Circle to Search dan chatbot Gemini yang bisa dipanggil dengan tombol tertentu.

Dengan paket seperti ini, Galaxy A37 5G tampil sebagai ponsel menengah yang tidak heboh, tetapi sangat terukur. Dua kekuatan utamanya ada pada dukungan software yang panjang dan kamera yang konsisten, sementara sisi lain perangkat ini tetap cukup solid untuk kebutuhan harian.

Source: inet.detik.com
Berita Terbaru