Perbedaan paling mencolok antara Vivo X300 Ultra dan Samsung Galaxy S26 Ultra justru muncul di area yang paling cepat terasa oleh pengguna harian: baterai dan pengisian daya. Vivo membawa baterai 6600mAh dengan charging kabel 100W serta wireless 40W, sementara Samsung tetap memakai 5000mAh dengan 60W untuk kabel dan 25W untuk nirkabel.
Itu membuat Vivo tampil jauh lebih agresif untuk pemakaian panjang dan isi ulang cepat. Samsung memang tidak kalah di kelas flagship, tetapi pendekatannya lebih konservatif dan lebih diarahkan ke keseimbangan total perangkat.
Dua flagship, dua arah yang berbeda
Keduanya sama-sama ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5, jadi tenaga mentah bukan lagi pembeda utama. Pilihannya bergeser ke prioritas pengguna, apakah lebih mengejar kemampuan kamera yang maksimal atau paket ponsel ultra premium yang lebih serbaguna.
Vivo X300 Ultra menonjol dengan identitas kamera yang sangat kuat. Samsung Galaxy S26 Ultra justru tampil lebih bersih, lebih profesional, dan masih mempertahankan S Pen sebagai nilai pembeda penting di kelas ini.
Kamera Vivo dibangun untuk mengejar batas lebih jauh
Di sektor fotografi, Vivo X300 Ultra terlihat paling berani. Ponsel ini memakai kamera utama 200MP dengan sensor kelas 1 inci dan tuning Zeiss, lalu dipadukan dengan kamera periskop 200MP yang juga mendukung lensa eksternal.
Samsung Galaxy S26 Ultra tetap membawa kamera utama 200MP, tetapi tidak punya keunggulan sensor besar yang sama. Pada telephoto, Samsung mengandalkan periskop 50MP 5x, sehingga pendekatan zoom-nya terasa lebih sederhana dibanding Vivo.
Kamera ultrawide keduanya masih berada di level premium. Vivo menawarkan sensor 50MP dengan OIS, sedangkan Samsung juga membawa ultrawide 50MP.
Bagian depan dan video ikut memperlebar jarak
Untuk selfie, Vivo kembali unggul di atas kertas lewat kamera depan 50MP AF. Samsung memakai kamera depan 12MP Dual Pixel AF yang tetap solid, tetapi Vivo memberi ruang lebih besar untuk detail dan kebutuhan video depan.
Kemampuan video juga menunjukkan arah yang berbeda. Keduanya bisa merekam hingga 8K, namun Vivo menambahkan Dolby Vision HDR dan 10-bit Log, sedangkan Samsung menawarkan HDR10+ dengan stabilisasi yang kuat.
Bagi pengguna yang serius membuat konten, paket Vivo terasa lebih lengkap. Samsung tetap aman untuk perekaman stabil, tetapi Vivo jelas lebih agresif untuk kebutuhan produksi yang lebih fleksibel.
Layar, bodi, dan fitur kerja
Di bagian layar, keduanya sama-sama besar, tetapi karakter pemakaiannya tidak serupa. Vivo memakai panel LTPO AMOLED 6,82 inci dengan refresh rate 144Hz dan dukungan Dolby Vision, sedangkan Samsung membawa Dynamic LTPO AMOLED 2X 6,9 inci 120Hz dengan lapisan anti-reflektif.
Untuk perlindungan bodi, Samsung unggul lewat Gorilla Armor 2, Armor Aluminum 2, dan sertifikasi IP68. Vivo juga membawa IP68/IP69 serta rangka aluminium, tetapi Samsung dinilai lebih kuat dari sisi material bodi.
Samsung juga punya keunggulan yang lebih terasa untuk produktivitas. Fitur seperti S Pen, Samsung DeX, dan UWB membuat Galaxy S26 Ultra lebih siap dipakai untuk kerja, presentasi, dan ekosistem premium.
Software, memori, dan umur pakai
Di sisi perangkat lunak, Vivo menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6. Samsung memakai Android 16 dengan One UI 8.5 dan menjanjikan pembaruan hingga 7 tahun.
Untuk memori dan penyimpanan, keduanya sama-sama bisa mencapai RAM 16GB dan kapasitas 1TB. Vivo mendapat nilai tambah karena memakai UFS 4.1, sementara Samsung disebut menggunakan UFS 4.X.
Harga ikut membentuk nilai beli
Vivo X300 Ultra dipasarkan di $1500 atau ₹1,60,000. Samsung Galaxy S26 Ultra ada di $1300 atau ₹1,40,000.
Selisih ini membuat Samsung terlihat lebih masuk akal untuk banyak pengguna, terutama karena menawarkan fitur kerja, dukungan software yang panjang, dan paket flagship yang lebih seimbang. Vivo tetap menjadi pilihan yang lebih ganas di kamera, baterai, dan pengisian daya, sementara Samsung lebih kuat sebagai flagship ultra premium yang tidak terlalu condong ke satu sisi saja.
Vivo juga masih menambahkan sentuhan yang relevan untuk audiens tertentu, seperti optik Zeiss, opsi lensa zoom tambahan, satellite SOS, dan Hi-Res audio selain stereo speaker. Di titik ini, pilihan akhirnya memang kembali ke kebutuhan pengguna: Vivo untuk dorongan maksimal di imaging dan daya, atau Samsung untuk pengalaman flagship yang lebih utuh dan aman dipakai jangka panjang.
Source: www.gizmochina.com