Kontribusi suara Garda Pemuda NasDem meningkat dari 926.959 suara pada Pemilu 2019 menjadi sekitar 1,5 juta suara pada Pemilu 2024. Kenaikan ini menjadi modal penting bagi organisasi pemuda tersebut saat persaingan menuju Pemilu 2029 diperkirakan semakin ketat.
Ketua Umum GP NasDem Prananda Surya Paloh menilai data tersebut menunjukkan peran kader muda tidak dapat dipisahkan dari perolehan suara Partai NasDem. Ia menyampaikan angka itu dalam pembukaan Kongres II GP NasDem di Jakarta.
| Pemilu | Kontribusi GP NasDem | Total Suara Partai NasDem |
|---|---|---|
| 2019 | 926.959 suara | 12,6 juta suara |
| 2024 | Sekitar 1,5 juta suara | 14,6 juta suara |
Peningkatan kontribusi itu berlangsung ketika total suara Partai NasDem juga naik dari 12,6 juta pada 2019 menjadi 14,6 juta pada 2024. Prananda mengatakan data tersebut dapat menjadi dasar untuk melihat kebutuhan peran pemuda dalam kontestasi berikutnya.
“Dari data-data ini, kita mampu juga melihat pentingnya peran pemuda dalam pemilu mendatang,” ujar Prananda. Pernyataan itu menempatkan penguatan kader muda sebagai bagian dari persiapan politik jangka panjang.
Soliditas Menjelang Kompetisi Politik
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa meminta kader muda memperkuat kebersamaan, integritas, dan kesiapan organisasi. Menurut dia, kompetisi politik pada masa mendatang akan berlangsung lebih kompetitif dan keras.
Saan menegaskan kongres tidak semata-mata menjadi agenda internal organisasi. Forum tersebut dinilai perlu dimanfaatkan untuk menyusun langkah strategis serta memperjelas peran GP NasDem menjelang Pemilu 2029.
“Kongres ini harus kita maknai sebagai sebuah momentum yang sangat penting. Momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita, meneguhkan rasa persatuan di antara kita semua,” kata Saan.
Ia mengharapkan GP NasDem menjadi ruang bertukar gagasan bagi kader dari berbagai daerah. Konsolidasi itu juga diarahkan untuk memperkuat komitmen kader dalam menjaga partai di tengah kompetisi elektoral.
Integritas Menjadi Dasar Organisasi
Selain menyoroti kekuatan suara, Saan menekankan pentingnya etika dan nama baik organisasi. Ia mengibaratkan organisasi sebagai mata air yang harus dijaga agar aliran hingga ke hilir tetap jernih.
“Kalau kita ingin mata air itu tetap jernih, air yang mengalir di sungai itu tetap jernih, maka sumber mata airnya harus kita jaga,” tuturnya. Menurut Saan, kerusakan pada sumber organisasi dapat membawa dampak ke seluruh tingkatan kader.
Ia kembali mengingatkan arah pendirian Partai NasDem yang harus memberi manfaat kepada masyarakat. Kader diharapkan hadir untuk meringankan beban rakyat sekaligus menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kongres II dan Kehadiran Pengurus Partai
Kongres II GP NasDem digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. Agenda bertema “Pemuda Mandiri, Bangsa Berdaulat” itu juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-15 GP NasDem.
Pembukaan kongres dihadiri Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem Jan Darmadi, serta Hermawi Taslim. Hermawi Taslim hadir sebagai Wakil Dewan Pertimbangan dan Sekjen Partai NasDem.
Jajaran pengurus pusat dan kader GP NasDem dari berbagai daerah turut mengikuti kegiatan tersebut. Kekuatan organisasi pemuda menjadi salah satu unsur yang disorot dalam persiapan menghadapi Pemilu 2029.
