Gangguan Navigasi Buka 5 Dugaan Awal Jatuhnya Boeing 737 Kargo AP-BOI

Author: Redaksi Android62

Serpihan Boeing 737 kargo milik K2 Airways dengan registrasi AP-BOI ditemukan di Laut Arab setelah operasi pencarian dan penyelamatan sekitar 12 jam. Temuan itu menguatkan bahwa pesawat benar-benar jatuh, namun penyebab pastinya masih ditelusuri.

Pesawat menjalankan penerbangan kargo KTA1732 dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, Pakistan. Bangkai pesawat ditemukan di lepas pantai Pakistan, dekat Kota Omara, sekitar 360 kilometer di barat Karachi.

Gangguan navigasi sebelum pesawat menghilang

Di tengah penerbangan, awak pesawat dilaporkan memberi tahu pengatur lalu lintas udara bahwa sistem navigasi mengalami gangguan. Saat itu pesawat berada di ketinggian sekitar 35.000 kaki.

Tidak lama setelah laporan itu, pesawat menunjukkan perubahan ketinggian yang tidak normal selama sekitar tiga menit sebelum hilang dari radar. Data pelacakan dari Flightradar24 juga memperlihatkan pesawat sempat turun, naik lagi, lalu menukik tajam dengan laju turun sekitar 22.400 kaki per menit.

Pola pergerakan itu menjadi petunjuk awal penting bagi penyidik. Analis keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse menilai perubahan ketinggian tersebut akan diperiksa bersama bukti fisik dari lokasi jatuhnya pesawat.

5 dugaan yang kini diperiksa

Mark Stephens, mantan pilot Delta Air Lines yang pernah menerbangkan Boeing 737, menyebut ada 5 kemungkinan yang layak diuji dalam investigasi. Kelimanya masih berupa dugaan awal dan belum bisa dianggap sebagai kesimpulan.

Dugaan Penjelasan singkat Fokus penyelidikan
Kerusakan sistem kendali penerbangan Respons pesawat terhadap perintah pilot bisa terganggu. Apakah sistem kendali bekerja normal sebelum pesawat turun tajam.
Kesalahan penataan muatan Distribusi beban dapat memengaruhi pusat gravitasi dan kestabilan pesawat kargo. Apakah cargo misload ikut memicu ketidakseimbangan.
Gangguan mesin Masalah pada satu atau lebih mesin bisa menurunkan performa pesawat. Apakah ada kegagalan daya dorong saat pesawat berada di jelajah.
Kesalahan manusia Bisa terjadi saat pesawat masih di udara maupun ketika berada di darat. Keputusan operasional, penanganan teknis, atau prosedur pemuatan.
Sabotase Belum bisa dikesampingkan, tetapi tetap perlu pembuktian forensik yang kuat. Pemeriksaan kotak hitam dan bukti lapangan.

Kotak hitam dan bangkai pesawat jadi kunci

Penyidik kini memusatkan perhatian pada evakuasi dan analisis kotak hitam yang menyimpan data penerbangan serta rekaman percakapan di kokpit. Dua perangkat itu diharapkan memberi gambaran lebih jelas tentang menit-menit terakhir penerbangan.

Analisis bangkai pesawat juga akan menentukan arah penyelidikan berikutnya. Kondisi struktur, posisi serpihan, dan kerusakan pada komponen utama dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi sebelum pesawat jatuh ke Laut Arab.

Bukan kasus Boeing 737 Max

Insiden ini dipastikan tidak berkaitan dengan persoalan Boeing 737 Max. Pesawat yang jatuh adalah Boeing 737 seri 400, generasi lama yang mulai beroperasi pada 1999 sebagai pesawat penumpang sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2011.

Perbedaan varian ini penting karena masalah sistem MCAS yang pernah menjadi pusat perhatian pada dua kecelakaan fatal 737 Max pada 2018 dan 2019 tidak terkait dengan AP-BOI. K2 Airways mulai mengoperasikan pesawat tersebut pada 2024 melalui skema sewa, dan pesawat itu menjadi satu-satunya armada maskapai.

Hingga kini, otoritas Pakistan masih melanjutkan investigasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat kargo tersebut. Insiden ini sekaligus kembali menyoroti catatan keselamatan penerbangan Pakistan yang dalam dua dekade terakhir mengalami sejumlah kecelakaan besar.

Source: tekno.kompas.com
Berita Terbaru