Presiden Prabowo Subianto mengatakan sejumlah BUMN strategis yang sempat disebut akan dijual ke pihak asing kini mulai menunjukkan perbaikan. Ia menyebut langkah pembenahan itu membuat beberapa perusahaan pelat merah kembali bergerak ke arah yang lebih sehat.
Dalam pidato yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menegaskan pemerintah memilih mempertahankan aset negara ketimbang melepasnya. Ia menilai perusahaan seperti Garuda Indonesia, PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia masih punya nilai strategis yang harus diselamatkan.
Garuda dan BUMN Rugi Mulai Berbalik Arah
Prabowo mengatakan Garuda Indonesia sempat hampir dilepas ke investor asing, tetapi kini proses perbaikannya sudah berjalan. Ia bahkan menyebut maskapai nasional itu bulan depan sudah mulai untung setelah bertahun-tahun menanggung kerugian.
“Garuda tadinya mau dijual, bulan depan sudah mulai untung. Pelan-pelan kita perbaiki semua kekurangan,” kata Prabowo dalam pidatonya. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menata ulang perusahaan negara yang selama ini dibebani masalah keuangan.
Prabowo juga menyampaikan bahwa ada sejumlah BUMN lain yang selama puluhan tahun merugi kini mulai mencatat laba. Menurutnya, perubahan tersebut tidak lepas dari restrukturisasi yang dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
PT PAL, Pindad, dan PTDI Masuk Daftar yang Dibangkitkan
Di sektor pertahanan, Prabowo mengungkap PT PAL sempat disebut hendak dijual. Namun, perusahaan itu kini sudah mampu memproduksi kapal perang, kapal selam, dan tengah mengembangkan kapal dengan teknologi yang lebih maju.
Ia menilai capaian PT PAL menunjukkan industri pertahanan nasional masih bisa dibangkitkan bila dikelola dengan benar. Bagi Prabowo, keberhasilan itu penting agar aset negara tidak hilang dan kapasitas industri dalam negeri tetap terjaga.
Nama PT Pindad juga masuk dalam daftar perusahaan yang menurut Prabowo sempat terancam dijual. Ia mengungkap adanya laporan kontrak dari Arab Saudi untuk penyediaan senapan dan senapan mesin bagi militer negara tersebut.
Prabowo menyebut kabar itu sebagai tanda bahwa BUMN pertahanan Indonesia masih memiliki peluang di pasar internasional. Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia disebut sempat “dibunuh” dan hendak dijual, tetapi pemerintah memilih membangkitkannya kembali.
| Perusahaan | Situasi yang Disebut Prabowo | Perkembangan Terkini |
|---|---|---|
| PT PAL | Sempat hendak dijual | Memproduksi kapal perang, kapal selam, dan mengembangkan kapal berteknologi lebih maju |
| PT Pindad | Sempat hendak dijual | Mendapat kontrak dari Arab Saudi untuk senapan dan senapan mesin |
| PT Dirgantara Indonesia | Sempat “dibunuh” dan mau dijual | Disebut sedang dibangkitkan kembali |
| Garuda Indonesia | Sempat hampir dilepas ke investor asing | Disebut bulan depan sudah mulai untung |
Danantara Menertibkan Ratusan Entitas BUMN
Prabowo mengatakan saat awal menjabat ia baru mengetahui jumlah BUMN beserta anak usahanya mencapai 1.077 entitas. Ia juga menyinggung kemungkinan masih ada lapisan lain berupa anak, cucu, hingga cicit perusahaan yang dipakai untuk menyembunyikan uang negara dan uang rakyat.
Menurutnya, kondisi tersebut sedang ditertibkan lewat konsolidasi dan penataan ulang perusahaan pelat merah. Danantara disebut telah menutup sekitar 240 BUMN yang dinilai tidak sehat dan merugi, dengan target bertambah menjadi sekitar 250 perusahaan pada akhir Juli.
Prabowo menilai pembenahan itu penting karena sebagian BUMN selama ini menjadi tempat praktik korupsi yang menggerus kinerja perusahaan. Ia menegaskan restrukturisasi tidak hanya bertujuan menutup kerugian, tetapi juga memperbaiki tata kelola yang dianggap lama dibiarkan berantakan.
Pemerintah berharap langkah tersebut membuat BUMN lebih efisien, lebih kuat bersaing, dan memberi kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Di sisi lain, pernyataan Prabowo menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjaga kendali atas perusahaan strategis yang selama ini disebut terlalu mudah dilepas.
Source: www.suara.com






