Di Balik Distribusi Energi ke Pelosok, Elnusa Petrofin Mempercepat Digitalisasi

PT Elnusa Petrofin menandai 30 tahun perjalanan dengan penekanan yang tegas pada peran distribusi energi nasional. Perusahaan ini kini mengelola jaringan operasional dari Sumatra hingga Papua untuk mendukung pemerataan pasokan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis yang berat.

Pada momentum itu, Elnusa Petrofin juga menunjukkan bahwa bisnis energi tidak lagi berhenti di urusan pengiriman. Perusahaan berkembang menjadi penyedia solusi rantai pasok terintegrasi yang mencakup logistik energi, penyimpanan, infrastruktur, serta dukungan untuk sektor industri dan maritim.

Jaringan yang Menjangkau Wilayah Sulit

Didirikan pada 5 Juli 1996, Elnusa Petrofin membangun kehadiran operasional yang tersebar luas di berbagai daerah. Sebaran tersebut menjadi modal penting untuk menjaga aliran energi tetap bergerak di wilayah barat maupun timur Indonesia.

Di lapangan, perusahaan menerapkan pendekatan multimoda agar distribusi tetap berjalan meski akses terbatas. Strategi itu turut diperkuat lewat pembangunan infrastruktur seperti Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Tembilahan yang berfungsi sebagai simpul penting bagi keandalan pasokan energi.

Peran strategis lain terlihat dari penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya energi domestik.

InisiatifLokasiPeran
Fuel Terminal Labuan BajoLabuan BajoMemperkuat keandalan pasokan energi
Fuel Terminal TembilahanTembilahanMenjadi simpul penting distribusi energi
Penyaluran perdana Biosolar Industri B50Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan SelatanMendukung ketahanan energi nasional

Digitalisasi untuk Menjaga Pengawasan

Di tengah ekspansi jaringan, perusahaan memperkuat pengawasan distribusi melalui transformasi digital. Dua sistem yang menonjol adalah Road Traffic Control atau RTC dan Remote Asset Daily Activity Recorder atau RADAR.

RTC memadukan pelacakan GPS dan kamera berbasis kecerdasan buatan untuk memantau pergerakan armada, kondisi pengemudi, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta potensi penyimpangan rute secara waktu nyata. RADAR digunakan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas dan integritas aset, terutama di lokasi terpencil atau lokasi yang membutuhkan pengawasan khusus.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan menyebut tema “Connecting Your Energy” sebagai komitmen untuk memastikan setiap energi yang tersalurkan ditopang sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta tanggung jawab terhadap keselamatan dan keberlanjutan. Media mencatat, teknologi tersebut menjadi bagian dari penguatan operational excellence dan HSSE excellence.

Arah Transisi ke Operasi Lebih Rendah Karbon

Elnusa Petrofin juga menempatkan transisi energi sebagai bagian dari langkah bisnisnya. Perusahaan terlibat dalam implementasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, dengan fokus pada pengelolaan lingkungan, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkular, perlindungan biodiversitas, dan peningkatan kapasitas SDM.

Keterlibatan itu berjalan seiring dengan penyaluran Biosolar Industri B50 dan upaya mendorong efisiensi energi, pengelolaan limbah, penghijauan, konservasi lingkungan, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG. Rangkaian langkah tersebut memperlihatkan arah transformasi dari logistik energi konvensional menuju penyedia jasa energi terintegrasi yang lebih adaptif.

CSR untuk Lebih dari 52 Ribu Orang

Di sisi sosial, Elnusa Petrofin mencatat 1.010 kegiatan Corporate Social Responsibility di 98 unit operasi sepanjang 2025. Program itu memberi manfaat bagi lebih dari 52 ribu orang di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu program yang menonjol adalah Ambulance Gratis yang diluncurkan pada Juli 2025 dan mendapat apresiasi dari penerima manfaat. Seluruh kegiatan sosial dijalankan melalui lima pilar Petrofin Peduli, yaitu Petrofin Pintar untuk pendidikan, Petrofin Sehat untuk kesehatan, Petrofin Resik untuk lingkungan, Petrofin Aman untuk keselamatan masyarakat, dan Petrofin Tanggap untuk bencana serta kondisi kedaruratan.

Data CSR 2025Jumlah
Kegiatan CSR1.010
Unit operasi98
Penerima manfaatLebih dari 52 ribu orang

Pelaksanaan CSR tersebut diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, termasuk tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim. Keterlibatan para Perwira Elnusa Petrofin dalam employee volunteering juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan masyarakat.

Memasuki dekade keempat, perusahaan menyiapkan penguatan operational excellence, standar HSSE, transformasi digital, pengembangan SDM, perluasan portofolio bisnis, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Elnusa Petrofin menempatkan kolaborasi dengan Pertamina Group, pemerintah, pelanggan, mitra kerja, masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lain sebagai fondasi untuk menghadapi industri energi yang terus berubah.

Doni Indrawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perwira Elnusa Petrofin dan para pemangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan tiga dekade ini. Ia menegaskan bahwa perjalanan 30 tahun berikutnya akan tetap berfokus pada penghubungan energi, teknologi, manusia, dan keberlanjutan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi Indonesia.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait