Gas Bumi PGN Mengalir ke Pabrik Sepeda Semarang, Biaya Produksi Dipangkas

Pasokan gas bumi dari PGN Area Semarang kini mengalir ke pabrik baru PT Roda Pasifik Mandiri di Semarang, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi dorongan penting bagi industri sepeda yang ingin menekan biaya produksi sekaligus memperkuat operasional yang lebih efisien.

Pabrik tersebut memanfaatkan jaringan pipa distribusi yang sudah terkoneksi untuk memenuhi kebutuhan energi produksi utamanya. Volume pemakaian gas bumi di fasilitas itu disebut dapat mencapai 50 ribu meter kubik per bulan.

Energi yang Lebih Andal untuk Produksi

PT Roda Pasifik Mandiri dikenal sebagai produsen sepeda, sepeda listrik, dan motor listrik. Kehadiran gas bumi di pabrik barunya sejalan dengan konsep operasional yang lebih ramah lingkungan.

Sugianto Eko Cahyono selaku Area Head PGN Semarang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan perusahaan tersebut. Dalam keterangan tertulis pada Rabu, 15 Juli 2026, ia menegaskan bahwa pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa memberi jaminan energi yang andal dan berkelanjutan.

Menurut dia, pasokan itu diharapkan mampu mendukung produktivitas dan daya saing perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar. Dari sisi industri, energi yang stabil juga menjadi faktor penting agar proses produksi berjalan lebih efisien.

Penguatan Transisi Energi di Jawa Tengah

Kolaborasi ini dinilai menjadi penanda penting dalam akselerasi transisi energi di sektor industri Kota Semarang. Pasokan gas bumi ke produsen sepeda tersebut juga memperkuat rantai pasok dan diversifikasi energi di Jawa Tengah.

FaktaRincian
Perusahaan pemasokPGN Area Semarang
Penerima pasokanPT Roda Pasifik Mandiri
Lokasi pabrikSemarang, Jawa Tengah
Volume pemakaianHingga 50 ribu meter kubik per bulan

PGN menyatakan akan terus menambah keandalan infrastruktur dan memperluas jaringan pipa gas di kawasan industri potensial di Jawa Tengah. Arah pengembangan itu ditujukan agar pelaku industri lokal mendapat akses energi yang kompetitif dan sejalan dengan target pemerintah menuju Net Zero Emission.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait