Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan penerimaan langsung kepada negara hingga USD37,8 miliar sejak tahap konstruksi sampai masa operasi. Nilai tersebut menjadikan proyek gas di Laut Arafura ini sebagai salah satu sumber potensi fiskal besar bagi Indonesia.
Selain penerimaan langsung, proyek ini diperkirakan menyumbang pajak tidak langsung sekitar USD6,43 miliar. Dampak ekonominya juga mencakup pembukaan ribuan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal dan nasional.
Pada masa konstruksi, proyek diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 pekerja secara langsung. Ketika memasuki operasi, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan berada pada kisaran 800 hingga 1.000 orang.
| Aspek | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Investasi | USD20,9 miliar | Setara Rp352 triliun |
| Penerimaan langsung negara | USD37,8 miliar | Dari konstruksi hingga operasi |
| Pajak tidak langsung | USD6,43 miliar | Proyeksi kontribusi fiskal |
| Tenaga kerja konstruksi | 12.000 orang | Penyerapan langsung |
| Tenaga kerja operasi | 800-1.000 orang | Saat fasilitas beroperasi |
Prioritas Pasokan untuk Industri Domestik
Nilai ekonomi proyek tidak hanya bergantung pada ekspor LNG, karena sebagian besar gas akan diarahkan untuk kebutuhan di dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan porsi domestik ditetapkan minimal 60 persen, sedangkan ekspor maksimal 40 persen.
“Gas yang dihasilkan nanti sekitar 60 persen minimal akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen untuk ekspor,” ujar Bahlil di Maluku pada Kamis, 16 Juli 2026. Kebijakan tersebut menempatkan gas dari Blok Masela sebagai penopang kebutuhan energi dan pengembangan industri hilir.
Lapangan Abadi dirancang memasok sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari bagi industri dalam negeri. Sebagian pasokan juga disebut akan dialirkan kepada PLN, PGN, serta sejumlah perusahaan swasta.
Pemerintah menyiapkan pengembangan industri pupuk di kawasan sekitar proyek sebagai salah satu tujuan pemanfaatan gas tersebut. Skema ini diharapkan menciptakan nilai tambah yang lebih luas bagi Maluku dan wilayah sekitarnya.
Kapasitas Produksi dan Lokasi Proyek
Proyek LNG Abadi Masela memiliki target produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun. Lapangan ini juga diproyeksikan menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
| Komoditas | Kapasitas | Peruntukan |
|---|---|---|
| LNG | 9,5 juta ton per tahun | Produksi utama proyek |
| Gas domestik | 150 juta kaki kubik per hari | Kebutuhan industri dalam negeri |
| Kondensat | 35.000 barel per hari | Produksi tambahan Lapangan Abadi |
Lapangan gas ini berada sekitar 160 kilometer di lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, Maluku. Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peletakan batu pertama proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional tersebut.
Cadangan gas di Lapangan Abadi tercatat mencapai 18,54 triliun kaki kubik atau TCF. Dengan investasi sekitar USD20,9 miliar, proyek ini diharapkan memperkuat pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur.
Pengelolaan Blok Masela dilakukan oleh konsorsium yang terdiri atas INPEX Masela Ltd dengan kepemilikan 65 persen, Pertamina Hulu Energi 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15 persen. Komposisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan proyek yang diproyeksikan memberi manfaat energi, fiskal, dan industri bagi Indonesia.
Source: www.viva.co.id






