Lamine Yamal sudah menatap Piala Dunia 2026 dengan target yang sangat spesifik: menjadi pemain termuda Timnas Spanyol yang mampu mencetak hattrick di turnamen itu. Ambisi itu ia sampaikan secara terbuka saat berbicara dengan laman resmi FIFA, dan ia tampak tidak ragu memasang standar tinggi untuk dirinya sendiri.
Target tersebut juga punya latar yang menarik karena datang dari candaan Gavi. Sejak perayaan EURO 2024, rekan setimnya itu disebut kerap menyinggung rekor sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Timnas Spanyol, sesuatu yang justru membuat Yamal semakin terdorong.
Bagi Yamal, candaan itu tidak berhenti di level obrolan santai. Ia justru menjadikannya pemicu untuk membidik pencapaian yang lebih besar, yakni tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Ia bahkan sudah membayangkan reaksi kecil jika target itu mendekati kenyataan. “Jika saya mencetak gol kedua, mungkin saya akan memberi sedikit anggukan kepada Gavi, karena dia baru punya satu, tapi saya akan berusaha mencetak ketiganya,” ucap Yamal.
Di balik ambisi personal itu, Yamal tetap menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Ia mengingatkan bahwa Spanyol tidak boleh terlena hanya karena datang dengan status juara EURO 2024 dan label favorit di Piala Dunia 2026.
Menurut Yamal, persaingan di turnamen itu tetap akan sangat berat. Argentina, Prancis, Portugal, dan Inggris disebutnya sebagai lawan-lawan kuat yang bisa mengubah peta persaingan kapan saja.
Karena itu, Yamal menilai kerja keras dan konsistensi akan jauh lebih penting daripada reputasi semata. Ia menekankan bahwa Spanyol harus percaya pada gaya bermain mereka sendiri dan tampil dengan semangat penuh di setiap laga.
“Bagi kami, ini tentang memberikan segalanya untuk Spanyol dan mempercayai cara kami bermain karena, menurut saya, kami memainkan sepak bola terbaik,” kata Yamal.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Spanyol sudah mengetahui lawan-lawan mereka di fase grup, yaitu Uruguay, Arab Saudi, dan Cabo Verde.
Dengan status sebagai juara Eropa, ekspektasi terhadap La Roja memang tinggi. Namun Yamal tampak ingin menjaga keseimbangan antara ambisi pribadi dan tanggung jawab kolektif, agar perjalanan Spanyol tetap berada di jalur yang tepat.
Di saat yang sama, rekor hattrick termuda tetap menjadi tantangan yang ia simpan rapat sebagai target tambahan. Jika Spanyol mampu melaju jauh, peluang untuk melihat ambisi itu hidup hingga fase akhir turnamen pun akan tetap terbuka.
Source: www.suara.com






