Ai Ogura kini berada dalam jalur yang jauh lebih meyakinkan di MotoGP 2026. Setelah sempat kesulitan pada awal musim, pebalap Trackhouse Aprilia itu naik ke posisi keempat klasemen sementara dan hanya tertinggal 25 poin dari Jorge Martin.
Perubahan itu tidak hanya terlihat dari hasil, tetapi juga dari cara ia membalap. Di Assen, Ogura menang dengan pola balap yang membuat para rivalnya heran karena motor dan posisi tubuhnya tampak tidak lazim saat melewati tikungan.
Teknik yang Sulit Dibaca
Raul Fernandez menjadi salah satu pebalap yang paling terang-terangan menyoroti gaya Ogura. Rekan sesama Aprilia itu menilai cara Ogura mengendarai motor terlihat aneh, namun justru mungkin menjadi alasan mengapa pebalap Jepang tersebut begitu kuat pada bagian akhir lomba.
Jorge Martin juga memberi kesan serupa. Menurut pebalap Aprilia Racing itu, posisi tubuh dan motor Ogura di tikungan tampak tidak biasa dibandingkan rider lain.
Martin bahkan sempat mengira Ogura akan kehilangan kendali saat mengikuti dari belakang. Namun yang terjadi justru sebaliknya, karena Ogura tetap mampu memutar motor dengan cepat dan keluar tikungan dengan efektif.
| Pe balap | Penilaian terhadap gaya Ogura | Kesannya di lintasan |
|---|---|---|
| Raul Fernandez | Terlihat aneh | Sulit dibaca dan kuat di fase akhir |
| Jorge Martin | Posisi tubuh dan motor tidak lazim | Tampak seperti hampir terjatuh, tetapi tetap stabil |
Kuat Saat Balapan Memasuki Fase Akhir
Pola performa Ogura musim ini juga menunjukkan kecenderungan yang sama. Saat balapan berjalan lebih lama, kecepatannya justru meningkat, terutama ketika ban mulai menurun dan rival-rivalnya kehilangan daya saing.
Teknik berkendaranya diduga membantu menjaga kondisi ban sampai lap-lap akhir. Itulah yang membuatnya sering tampil lebih kompetitif pada momen ketika pebalap lain mulai kesulitan mempertahankan ritme.
Di Assen, karakter itu terlihat jelas. Ogura tidak langsung tampil di barisan depan dan bahkan sempat turun ke posisi keempat pada lap-lap awal.
Ia lalu perlahan membangun ritme sebelum mendekati grup terdepan yang saat itu seluruhnya diisi motor Aprilia bersama Jorge Martin dan Raul Fernandez. Pada lap ke-18 dari total 26 lap, Ogura menyalip Martin bersamaan dengan Fernandez.
Momen tersebut menjadi titik balik penting. Dengan enam lap tersisa, Ogura mengambil alih pimpinan lomba dan mempertahankannya hingga finis dengan jarak sekitar dua detik, meski sempat mengalami masalah pada perangkat pengatur ketinggian motor.
Perjalanan dari Start Sulit ke Kemenangan Perdana
Kemenangan di Belanda itu mempertegas perkembangan Ogura yang sempat berjalan lambat. Dalam delapan seri pembuka MotoGP 2026, pebalap berusia 25 tahun tersebut hanya mampu start dari posisi ke-11.
Keterbatasan itu membuatnya harus bekerja lebih keras sejak awal balapan. Situasinya mulai berubah ketika ia mampu menembus barisan depan pada sesi kualifikasi di Brno dan Assen.
Setelah itu, performanya berkembang menjadi hasil yang lebih konkret. Ogura mencatatkan tiga kali finis kedua sebelum akhirnya merebut kemenangan MotoGP pertamanya di Assen pada 27/6.
Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatannya bukan semata kecepatan satu lap. Ogura juga mulai memperlihatkan kemampuan membaca ritme lomba, menjaga ban, dan menyerang pada waktu yang paling tepat.
Bagi rival-rivalnya, gaya balap yang tidak umum itu kini menjadi tantangan tersendiri. Ia terlihat berbeda dari pebalap lain, tetapi justru dari cara yang dianggap tidak lazim itulah Ogura menemukan keunggulan yang membuatnya melesat di bagian akhir balapan.
