Suzuki eVitara di Indonesia Ternyata Lebih Mahal, Padahal Fitur Intinya Hampir Sama

Author: Redaksi Android62

Suzuki eVitara yang dijual di Indonesia dibanderol lebih mahal dibandingkan model yang sama di Malaysia. Selisihnya mencapai puluhan juta rupiah, meski karakter utama SUV listrik ini terlihat hampir serupa di kedua pasar.

Di Indonesia, eVitara dijual mulai sekitar Rp755 juta untuk varian Single Tone dan sekitar Rp758 juta untuk varian Dual Tone. Di Malaysia, Suzuki menawarkan satu varian dengan harga RM188.000 atau sekitar Rp715 jutaan, bergantung nilai tukar.

Perbedaan harga ini menjadi perhatian karena tidak diikuti perubahan besar pada spesifikasi inti kendaraan. Calon pembeli yang membandingkan nilai sebuah SUV listrik pun akan melihat bahwa dasar produknya tetap sangat dekat.

Spesifikasi utama masih nyaris identik

Secara teknis, eVitara di Indonesia dan Malaysia sama-sama memakai motor listrik tunggal dengan penggerak roda depan atau FWD. Keduanya juga menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate Blade Battery berkapasitas 61,1 kWh.

Output yang dihasilkan pun sama, yakni 174 PS dengan torsi maksimum 193 Nm. Suzuki mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam sekitar 7,4 detik.

Dari sisi jarak tempuh, kedua pasar ini juga berada di rentang yang sangat dekat. Angkanya berkisar 426 sampai 428 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP.

Pasar Harga Kapasitas Baterai Jarak Tempuh
Indonesia Mulai Rp755 juta 61,1 kWh 426-428 km
Malaysia RM188.000 61,1 kWh 426-428 km

Keunggulan Indonesia ada di pengisian cepat

Perbedaan yang paling menonjol justru muncul pada kemampuan pengisian daya cepat. Varian Indonesia mendukung DC Fast Charging hingga 150 kW.

Sementara itu, dukungan pengisian cepat DC yang dicantumkan untuk Malaysia berada di kisaran 67 kW. Artinya, model di Indonesia berpotensi mengisi daya lebih singkat pada stasiun yang kompatibel.

Detail ini membuat eVitara versi Indonesia terlihat lebih siap menghadapi kebutuhan pengisian kendaraan listrik yang terus berkembang. Di luar sektor tersebut, perbedaan teknis antara dua negara ini tetap sangat terbatas.

Desain dan ukuran tetap konsisten

Secara tampilan, eVitara di Indonesia dan Malaysia membawa identitas yang sama. Grille tertutup bergaya futuristis dipadukan dengan lampu utama LED three-point matrix.

Suzuki juga membekali SUV listrik ini dengan pelek alloy two-tone berukuran 18 inci. Proporsi bodinya dirancang untuk penggunaan harian di kota sekaligus perjalanan jarak menengah.

Dimensinya pun tidak berubah, dengan panjang 4.275 mm dan lebar 1.800 mm. Wheelbase 2.700 mm menjadi salah satu penunjang ruang kabin yang lebih lega.

Perbedaan kecil hanya terlihat pada ground clearance. Varian Indonesia berada di angka sekitar 185 mm, sedikit lebih tinggi dibanding versi Malaysia yang mencatat 180 mm.

Kabin dan fitur keselamatan tetap lengkap

Masuk ke kabin, eVitara menawarkan perangkat yang tergolong lengkap untuk kelasnya. Panel instrumen digital 10,25 inci menjadi salah satu fitur utama yang langsung terlihat saat pengemudi berada di balik kemudi.

Suzuki juga menyiapkan sistem infotainment modern, jok depan dengan pengaturan elektrik hingga 10 arah, serta pemanas jok depan. Di bagian interior, ambient light dengan 12 pilihan warna dan tujuh tingkat kecerahan memberi nuansa yang lebih premium.

Paket keselamatannya dibekali Suzuki Safety Support dengan teknologi ADAS Level 2. Fitur yang tersedia mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Blind Spot Monitoring, dan kamera 360 derajat.

Dengan kelengkapan itu, eVitara tetap tampil kompetitif di tengah persaingan SUV listrik modern. Meski harga di Indonesia lebih tinggi, pembeli mendapatkan dukungan fast charging yang lebih besar sebagai pembeda paling nyata.

Faktor lain seperti kebijakan perpajakan kendaraan listrik, biaya distribusi, struktur biaya impor, biaya operasional, dan strategi pemasaran di masing-masing negara diduga ikut memengaruhi banderol. Karena itu, selisih harga tidak otomatis berarti kualitas produknya berbeda jauh.

Berita Terbaru