Kanker ginjal kerap baru terdeteksi ketika penyakit sudah berkembang lebih jauh. Kondisi ini terjadi karena gejalanya sering tidak muncul pada fase awal, sehingga banyak pasien tidak menyadari adanya gangguan sampai keluhan menjadi lebih jelas.
Risiko ini membuat pemeriksaan rutin menjadi penting, terutama bagi orang dengan obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, penyakit ginjal kronis, kebiasaan merokok, atau paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja.
Kelompok yang perlu lebih waspada
Dokter umum RS Siloam Kelapa Dua, Tangerang, dr. Fristly Nasri, menjelaskan bahwa sejumlah faktor risiko perlu dikenali sejak awal agar pencegahan bisa dilakukan lebih cepat. Ia menyebut obesitas, hipertensi, riwayat keluarga, dan penyakit ginjal kronis sebagai faktor yang patut diperhatikan.
Selain itu, perokok berat, pasien penyakit ginjal kronik, orang dengan kelainan genetik tertentu, dan mereka yang menjalani dialisis jangka panjang juga termasuk kelompok yang perlu lebih waspada. Tren kasus kanker ginjal disebut ikut meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup dan naiknya prevalensi obesitas, hipertensi, serta penyakit metabolik lainnya.
Gejala yang tidak boleh diabaikan
Ketika kanker ginjal mulai berkembang, gejala yang dapat muncul antara lain darah dalam urine atau hematuria, nyeri pinggang yang menetap di salah satu sisi punggung bawah, serta benjolan di daerah pinggang atau perut. Keluhan lain yang juga perlu diwaspadai adalah penurunan berat badan tanpa sebab jelas, demam berulang tanpa infeksi yang jelas, kelelahan berkepanjangan, dan anemia.
Dokter mengingatkan bahwa kombinasi gejala klasik berupa darah dalam urine, nyeri pinggang, dan benjolan justru sering muncul pada penyakit yang sudah lebih lanjut. Karena itu, gejala yang tampak ringan sekalipun tidak sebaiknya diabaikan, apalagi bila muncul pada orang dengan faktor risiko.
Deteksi dini tetap bisa dilakukan
Hingga kini belum ada skrining rutin khusus untuk kanker ginjal bagi seluruh populasi. Namun, deteksi dini tetap dapat dilakukan melalui medical checkup rutin yang biasanya mencakup pemeriksaan urine, fungsi ginjal lewat ureum dan kreatinin darah, serta pengukuran tekanan darah.
Untuk melihat tumor atau kanker ginjal secara lebih sensitif, dokter dapat mempertimbangkan USG ginjal dan saluran kemih, CT scan abdomen, atau MRI pada kondisi tertentu. Pemeriksaan lanjutan ini umumnya dianjurkan bagi kelompok berisiko tinggi.
Peran kebiasaan hidup dan edukasi kesehatan
Pencegahan kanker ginjal juga bergantung pada kebiasaan sehari-hari, termasuk berhenti merokok, menjaga berat badan tetap sehat, mengontrol tekanan darah, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan tetap aktif secara fisik sesuai kemampuan.
Masyarakat yang sudah memiliki penyakit ginjal kronis atau faktor risiko lain disarankan mengikuti seluruh jadwal kontrol dan pemeriksaan lanjutan. Langkah ini penting karena kanker ginjal sering berkembang diam-diam sebelum menimbulkan keluhan yang berat.
Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, menekankan pentingnya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ginjal. Dalam kegiatan pemeriksaan gratis dan seminar kesehatan, warga mendapat pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta cek kesehatan umum, disertai konsultasi medis.
Kegiatan itu diikuti ratusan warga dan bertujuan agar masyarakat memahami faktor risiko kanker ginjal serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Edukasi seperti ini dinilai penting karena masih banyak orang yang belum mengenali gejala dan faktor risikonya sejak dini.
