Gelar Keempat Jakarta Pertamina Enduro, Tundukkan Gresik Phonska 3-0 Dan Tutup Proliga 2026

Author: Redaksi Android62

Jakarta Pertamina Enduro menuntaskan final Proliga 2026 dengan kemenangan telak 3-0 atas Gresik Phonska Plus di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Hasil itu langsung mengunci gelar juara bagi tim putri JPE dan menutup laga puncak tanpa kehilangan satu set pun.

Kemenangan ini juga menegaskan bahwa Jakarta Pertamina Enduro tampil paling konsisten sepanjang musim. Setelah menang 3-1 atas lawan yang sama pada leg pertama, JPE datang ke partai penentuan dengan posisi yang sangat kuat dan mampu menjawab tekanan dengan permainan yang rapi.

JPE menguasai laga sejak awal

Di final, Jakarta Pertamina Enduro tidak memberi banyak ruang bagi Gresik Phonska Plus untuk berkembang. Set pertama langsung berakhir 25-19 untuk JPE, sebelum perlawanan lawan mulai terasa lebih ketat pada set berikutnya.

Meski Gresik Phonska Plus tampil lebih agresif di set kedua, JPE tetap mampu menjaga kendali permainan. Set itu ditutup dengan skor tipis 25-23, lalu pada set ketiga JPE kembali menjaga tempo hingga menang 25-21.

Alur pertandingan menunjukkan bahwa JPE tidak sekadar unggul dalam serangan, tetapi juga dalam membaca momentum. Saat laga masuk fase penting, mereka tetap tenang dan tidak membiarkan lawan membalik keadaan.

Keseimbangan skuad jadi pembeda

Keberhasilan JPE sepanjang Proliga 2026 tidak lepas dari komposisi tim yang seimbang. Megawati Hangestri menjadi salah satu nama penting, sementara dukungan dari dua pemain asing, Voronkova dan Wilmai Salas, membuat variasi serangan tim ini semakin sulit ditebak.

Kombinasi pemain lokal dan asing membuat JPE terlihat solid dalam banyak situasi. Mereka mampu membangun poin dengan teratur dan tetap stabil saat harus merespons tekanan dari lawan.

Pelatih JPE, Bullent Karsioglu, menyoroti kesabaran sebagai kunci utama di balik hasil akhir ini. Ia menilai para pemain bisa tetap tenang dan menunggu momen yang tepat untuk menekan lawan.

“Seperti saya sampaikan, kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kita juara hari ini,” kata Bullent dalam keterangan tertulisnya.

Apresiasi dari pemain dan lawan

Megawati Hangestri juga memberi sorotan pada kerja kolektif tim setelah pertandingan selesai. Ia menilai seluruh pemain tampil baik dan menjalankan perannya masing-masing dengan disiplin dalam laga penentuan tersebut.

“Yang saya syukuri selain kemenangan hari ini, teman-teman bermain sangat bagus,” ujarnya.

Di kubu lawan, Gresik Phonska Plus harus puas menutup turnamen sebagai runner-up. Tim ini juga membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 250 juta setelah gagal menahan laju JPE di final.

Pelatih Gresik Phonska Plus, Alessandro Lodi, mengakui kualitas lawannya. Ia menyebut Jakarta Pertamina Enduro memang layak berada di posisi puncak.

“Tanpa diskusi pun saya mengakui Pertamina adalah tim terbaik,” kata Lodi.

Ia juga menambahkan bahwa timnya sudah berusaha memperbaiki permainan, tetapi untuk bisa menandingi JPE dibutuhkan performa yang sangat tinggi. Pengakuan itu sekaligus memperlihatkan betapa efektifnya permainan JPE di laga penentuan.

Gelar keempat dalam sejarah klub

Trofi Proliga 2026 menjadi gelar keempat Jakarta Pertamina Enduro sejak tampil di kompetisi ini pada 2013. Sebelumnya, JPE juga pernah menjadi juara pada 2014, 2018, dan 2025.

Bagi Gresik Phonska Plus, hasil di Yogyakarta kembali menunda ambisi mereka untuk meraih gelar perdana sejak ikut kompetisi pada 2002. Sementara itu, JPE menutup musim dengan trofi juara dan uang pembinaan senilai Rp 400 juta, sekaligus mempertegas status mereka sebagai salah satu tim putri paling konsisten di musim ini.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru