Gerakan Lintas Sektor Dimulai Di Banyuwangi, Layanan Ibu Jadi Kunci Turunkan AKI

Banyuwangi menjadi lokasi awal gerakan bersama penurunan angka kematian ibu atau AKI di Jawa Timur. Langkah ini menempatkan layanan ibu sebagai prioritas yang harus digerakkan bersama, bukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi juga oleh banyak unsur di daerah.

Gerakan itu dideklarasikan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi dan dirangkai dengan peringatan Hari Kartini. Hadirnya pejabat pusat dan daerah menunjukkan bahwa persoalan AKI dipandang sebagai isu serius yang membutuhkan komitmen lintas sektor.

Target besar yang tidak bisa dikerjakan sendiri

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ratna Susianawati menegaskan bahwa penurunan AKI tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurut dia, upaya ini harus berjalan secara lintas bidang dengan mendorong sistem dan menggerakkan banyak pihak sekaligus.

Ratna juga mengingatkan bahwa penurunan AKI bukan semata tugas satu kementerian atau satu perangkat daerah. Dalam RPJPN, target lima tahun ke depan adalah menurunkan AKI nasional dari 189 per 100 ribu kelahiran hidup menjadi 122 per 100 ribu kelahiran hidup.

Ia menilai target tersebut tidak mudah dicapai. Namun, gerakan yang dimulai di Banyuwangi diharapkan bisa menjadi inovasi yang bisa dicontoh daerah lain.

Banyuwangi didorong jadi titik awal

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jawa Timur Imam Hidayat menyampaikan terima kasih karena Banyuwangi dipilih sebagai titik awal deklarasi. Ia menekankan bahwa keselamatan ibu harus ditempatkan sebagai prioritas utama.

Menurut Imam, penurunan angka kematian ibu dan anak membutuhkan dukungan banyak pihak. Keterlibatan itu tidak hanya datang dari pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah, tetapi juga kader, tokoh masyarakat, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

Pemkab perluas jangkauan layanan ibu

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pihaknya terus berkomitmen menjalankan langkah penurunan AKI secara sinergis. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas akses layanan kesehatan agar ibu lebih mudah mendapatkan penanganan.

Pemkab Banyuwangi juga mendorong peran kader, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai penggerak di lingkungan masing-masing. Mereka dilibatkan untuk memberi edukasi dan meningkatkan literasi bagi calon ibu serta ibu hamil.

Ipuk mengakui persoalan AKI masih ada di Banyuwangi. Meski begitu, pemerintah daerah tetap berupaya menekan kasus tersebut melalui berbagai langkah dan pelibatan banyak pihak.

Gerakan lintas sektor yang menyentuh lingkungan terdekat

Deklarasi di Banyuwangi menampilkan pola kerja yang tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan. Upaya penurunan AKI dibangun melalui kerja bersama yang berlapis, mulai dari layanan yang merata hingga edukasi di lingkungan sekitar.

Keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, dan jejaring sosial di sekitar ibu hamil menjadi bagian penting dari gerakan ini. Dengan pola seperti itu, Banyuwangi kini menjadi salah satu ruang awal untuk menguji gerakan kolaboratif yang diharapkan memberi dampak lebih luas bagi Jawa Timur.

Source: jatim.antaranews.com

Berita Terkait